Bulan Imunisasi Anak Sekolah 2018, Masih Ada Penolakan karena Anggapan Haram

- 28 Agustus 2018, 12:28 WIB

CIMAHI, (PR).- Mengantisipasi penyebaran berbagai penyakit sekaligus meningkatkan kesehatan  pada anak-anak, Dinas Kesehatan  Kota Cimahi menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Namun, masih ada penolakan vaksin karena dianggap haram.

Diharapkan masyarakat mendukung pelaksanaan imunisasi di sekolah tersebut untuk menekan kasus penyakit menyerang anak-anak.

Sekretaris Dinkes Kota Cimahi, Fitriani Manan mengakui, selama proses pemberian vaksin campak pada BIAS, sempat mendapat penolakan. Tapi, hal tersebut bisa diatasi dengan pemberian pemahaman kepada masyarakat. 

"Kalau penolakan ada saja. Dengan adanya penolakan itu tak lantas membuat mundur untuk mengkampanyekan imunisasi vaksin campak. Kami membentuk tim yang mendatangi sekolah untuk memberikan pemahaman tentang manfaat vaksin serta meluruskan informasi yang beredar. Kita datang sosialsiasi, kita pendekatan lagi ke sekolah, bahkan ada sekolah yang orangtua siswanya meminta dilakukan sosialisasi imunisasi," ujarnya.

Dia menerangkan vaksin yang ada di Indonesia, termasuk vaksin campak memang belum memiliki sertifikat halal. Tapi belum berarti itu haram dan palsu. Terlebih lagi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menerbitkan Fatwa Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi bahwa untuk kebutuhan mendesak penggunaan vaksin mubah.

loading...

Tambahan lagi, vaksin campak itu dibuat dengan pembiakan pada telur ayam. 

"Sedangkan telur ayam kita makan sehari hari, tidak ada yang haram di dalamnya. Semua vaksin itu belum ada sertifikatnya tapi bukan berarti haram," ucapnya.

Terakhir, Dinkes Kota Cimahi meminta jika ada warga yang membutuhkan penjelasan tentang vaksin, ia bersedia untuk datang dan menjelaskan perihal keabsahan vaksin campak dan sebagainya.

BIAS rutin dilaksanakan

Dia mengatakan, program BIAS rutin dilaksanakan setiap tahun di bulan Agustus dengan sasaran siswa di Sekolah Dasar (SD)

Halaman:

Editor: Ririn Nur Febriani


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X