Senin, 24 Februari 2020

Pedagang Bendera Musiman Terancam Denda

- 6 Agustus 2018, 12:57 WIB
PEDAGANG Kaki Lima (PKL) termasuk pedagang bendera musiman mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Kantor Kecamatan Cimahi Selatan, Jalan Baros, Kota Cimahi, Senin, 6 Agustus 2018. Sembilan pedagang bendera dan belasan PKL yang terjaring razia Satpol PP Kota CImahi mengikuti sidang karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 tahun 2005 Tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3) dengan besaran denda Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu.*

CIMAHI, (PR).- Sejumlah pedagang bendera musiman jelang HUT ke-73 RI diamankan petugas Dinas Pol PP dan Damkar Kota Cimahi, Senin 6 Agustus 2018. Mereka terancam dikenai denda karena melanggar peraturan daerah berjualan di tempat tidak sesuai peruntukan.

Tercatat ada sembilan pedagang yang terancam denda dan mengikuti sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Aula Kecamatan Cimahi Selatan Jalan Raya Baros Kota Cimahi. Mereka ditertibkan karena berjualan di sejumlah ruas jalan di Kota Cimahi mulai dari Jalan Encep Kartawiria, Jalan Sangkuriang, Alun-alun Cimahi, Jalan Jenderal Amir Mahmud dan Jalan Mahar Martanegara.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Kota Cimahi, Titi Ratna Kemala mengatakan, para pedagang diamankan karena berjualan di zona terlarang. Mereka melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 8 Tahun 2009 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan.

"Mereka berjualan di trotoar. Jelas melanggar dan mengganggu ketertiban karena berjualan tidak pada tempatnya," ujarnya.

Diakui Titi, masih banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) termasuk penjual bendera musiman yang kerap melanggar. Mereka akan ditertibkan secara bertahap.

"Tadi juga masih lihat pedagang yang berjualan di trotoar. Kita akan tertibkan juga secara bertahap," ujarnya.

Dalam penertiban kali ini, petugas hanya membawa pedagang dan beberapa bendera sebagai barang bukti. Setelah disidangkan, barang tersebut akan dikembalikan. Dengan harapan, para pedagang tersebut tidak melakukan pelanggaran Perda lagi.

"Kami tidak melarang orang berjualan, karena terkait dengan harapan mendapat penghasilan. Tapi, mohon ikuti aturan. Jangan sampai trotoar dipakai berjualan menghalangi pejalan kaki, pohon diikat bendera, sampai gunakan kabel dan tiang listrik membahayakan," tuturnya.

Halaman:

Editor: Ririn Nur Febriani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X