Kamis, 27 Februari 2020

Ridwan Kamil: Pemkot Bandung Tanggung Biaya Siswa Miskin di Sekolah Swasta

- 11 Juli 2018, 05:36 WIB
PETUGAS menjelaskan mengenai cara kerja mesin yang akan dipelajari di salah satu jurusan sekolah, pada calon siswa yang mendaftar di SMK Al Falah Bandung, Jalan Cisitu Baru, Kota Bandung, Rabu 11 Juli 2018. Menurut pihak sekolah swasta yang menyediakan kuota sebanyak 288 orang untuk empat jurusan itu, tahun ini pendaftaran membludak dan salah satu faktornya adalah banyak calon siswa yang tidak diterima di negeri lewat PPDB 2018 terutama adanya sistem zonasi.*

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kota Bandung bakal memolisikan oknum warga dan atau petugas kewilayahan yang terlibat dalam pemalsuan SKTM dalam pelaksanaan PPDB 2018. Mereka juga menjamin sokongan pembiayaan kepada peserta didik dari keluarga tidak mampu di sekolah swasta.

”Tahun lalu kita juga polisikan kan? Tahun ini pun sama. Kalau ada pelanggaran pidana, tolong lapor­kan,” kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Selasa 10 Juli 2018.

Dijelaskan Ridwan, Pemkot Bandung bakal menerima setiap keluhan yang datang dari warga. Ia juga me­mas­tikan setiap keluhan itu bakal ditindaklanjuti. Jika pelanggaran me­ng­arah ke tindak pidana seperti pe­mal­suan surat keterangan, kasusnya akan  diserahkan kepada pihak kepolisian.

Bagi warga yang betul-betul mis­kin, Ridwan Kamil meminta mereka tidak khawatir gagal bersekolah. Pemkot dan DPRD Kota Bandung telah ber­komitmen mengalokasikan anggaran dalam rangka memberikan dukung­an finansial.

”Dari tahun lalu dana ada. Kita bantu mereka, termasuk pembelian seragam dan buku. Jangan khawatir, siswa miskin ke swasta ditanggung pemerintah,” ucapnya.

Ridwan Kamil sekali lagi mengimbau warga tidak terjebak dalam dikotomi se­kolah favorit dan sekolah bukan favorit. Menurut dia, semua sekolah di Bandung bermutu baik. Hal ini tecermin dari nilai indeks pem­bangunan manusia (IPM) bi­dang pendidikan Kota Bandung yang masuk pe­ringkat tertinggi se-Indonesia.

Sementara itu, Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru Kota Bandung Edi Suparjoto menyebut, pelaksanaan PPDB 2018 di Kota Bandung relatif lancar. Tercatat, terdapat 33.000 pendaftar di jenjang SD negeri yang memiliki kuota 27.828 kursi. Untuk jenjang SMP negeri, terdapat sekitar 25.000 pendaftar untuk 16.000 kursi.

”Mereka yang tidak terakomodasi sedang dipetakan ke sekolah mana saja. Untuk jenjang SD, kami sedang mencari SD mana saja yang masih kosong. Untuk SMP, kami sudah membuat lima sekolah terintegrasi atau sekolah satu atap dengan SD yakni di Cicabe, Cimuncang, Cihaur­geulis, Kebon Gedang, dan Ciburuy,” ujarnya.

Kuota SMP swasta

Meskipun demikian, Edi mengakui masih ada beberapa pihak terutama calon peserta didik jalur akademik yang kurang terfasilitasi akibat pe­nerapan sistem zonasi. Pemerintah Kota Bandung berkomitmen untuk menyalurkan mereka yang tidak diterima di sekolah negeri ke sekolah swasta. Kuota SMP swasta di Kota Bandung saat ini ada di kisaran 40.000 kursi.

Halaman:

Editor: Tri Joko Her Riadi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X