Jumat, 21 Februari 2020

Debat Terakhir Pilgub Jabar Harus Fokus Membahas Program, Tb Hasanuddin Usulkan Tambahan Waktu

- 20 Juni 2018, 11:15 WIB

BANDUNG, (PR).- Memasuki debat kandidat putaran ketiga Pemilihan Gubernur Jawa Barat, masing-masing pasangan calon diharapkan tampil maksimal mengemas gagasan dan program yang akan diusungnya. Hal itu dikatakan pengamat politik dari Universitas Jenderal Ahmad Yani, Arlan Siddha mengomentari debat yang akan digelar Jumat 22 Juni 2018.

Menurut Arlan, para kandidat tidak perlu lagi mengulas apa yang sudah dilakukan calon lain dan fokus kepada apa yang akan dikerjaan di jawa barat ke depan. Hal ini dilakukan agar apa yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat karena bagaimanapun, debat terakhir harus bisa menjadi klimaks dalam Pilgub Jabar.

“Bukan tidak mungkin, bisa saja masyarakat pemilih rasional berpindah haluan dalam memilih cagub. Jadi, intinya semua calon harus bisa mengeluarkan semua program terbaiknya dalam debat nanti meskipun waktu yang diberikan singkat,” kata Arlan, Selasa 20 Juni 2018.

Arlan berharap, semua pasangan calon bisa menjaga stabilitasi politik dengan tidak mencampuradukan pilgub dengan pilpres. Hal itu dia katakan mengomentari antiklimaks debat putaran kedua lalu yang ricuh.

“Secara konstusi, itu adalah hak berpendapat, hanya, kurang etis jika dilakukan ketika debat pilgub Jabar. Ini harus benar-benar pertarungan ide gagasan program, bukan pertarungan isu pilpres atau SARA,” kata dia.

Mengulas kembali dua debat sebelumnya, Arlan menilai ada peningkatan kualitas di setiap putarannya. Debat pertama dirasa monoton dan cenderung kurang menarik karena pasangan calon bermain aman dengan jawaban yang masih dalam konteks normatif. Belum lagi gagasan selama memimpin kabupaten/kota yang masih terasa.

“Sehingga, saya melihat cagub terjebak dalam nostalgia program di kabupaten/kota, padahal seharusnya sudah mulai berinovasi untuk Jabar. Ada juga yang menjelaskan program keseluruhan di Jabar, tapi masih terlalu normatif,” ucap dia.

Debat putaran kedua lebih menarik karena temanya sangat detail mulai dari lingkungan hidup, sumber daya alam, energi dan pangan, pertanian, kelautan dan kehutanan, serta pertambangan. Di debat kedua ini juga sudah mulai muncul saling serang antara pasangan calon meski cagub belum bisa menawarkan sesuatu yang baru ke depan nanti.

“Hasil debat kedua ini memang ada kenaikan signifikan pada partisipasi pemilih jika melihat survei pada putaran kedua. Sudah banyak masyarakat mulai menentukan sikap pilihan namun pemilih milenial banyak yang belum menentukan sikap. Artinya masih banyak kesempatan para calon untuk meraih suara milenial, karena mau bagaimanapun jumlah mereka besar,” kata dia.

Halaman:

Editor: Tim Pikiran Rakyat

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X