Minggu, 8 Desember 2019

Ahmad Heryawan Berpamitan dengan Warga Tetangga Gedung Pakuan

- 13 Juni 2018, 02:19 WIB
Ahmad Heryawan dan Netty Prasetiyani Heryawan bersilaturahim sekaligus perpisahan dengan warga sekitar Rumah Dinas Gubernur Jabar di Gedung Pakuan.*

BANDUNG, (PR).- Usai menggelar silaturahim dengan petugas Kamdal, Satpam, dan Cleaning Service Gedung Sate, Ahmad Heryawan dan Netty Prasetiyani Heryawan bersilaturahim sekaligus perpisahan dengan warga sekitar Rumah Dinas Gubernur Jabar di Gedung Pakuan.

Ratusan warga RT 01 RW 01 Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung hadir secara langsung dalam acara yang dirangkai dengan Buka Puasa Bersama di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandinata No. 1 Kota Bandung, Selasa, 12 Juni 2018.

Ahmad Heryawan berkisah awal dirinya tinggal di Gedung Pakuan setelah dirinya dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat Periode 2008-2013 pada Jumat, 13 Juni 2008 lalu. Ketika itu, malam pertama Aher di Gedung Pakuan dilaluinya seorang diri tanpa istri dan anak-anaknya.

“Jumat sore saya ke sini (Gedung Pakuan) menginap di sini sendirian. Karena Ibu (istri) dan anak-anak masih di Jakarta. Besok paginya ibu dan anak-anak baru ke sini,” ungkap Aher.

Tak menunggu lama, ketika itu sebagai warga baru di Babakan Ciamis, Aher dan keluarga langsung bersilaturahim dengan warga sekitar. “Hari minggu paginya waktu itu saya berkeliling-keliling bertemu masyarakat di sini. Mereka (warga sekitar Pakuan) cukup kaget karena – artinya baru hari pertama saya sudah keliling-keliling bertemu warga,” tutur Aher.

“Saya katakan (kepada warga) bahwa kewajiban – bagaimana pun ini Gedung Negara, Rumah Dinas tentu punya tetangga. Yang paling pertama harus saya sapa tentu adalah tetangga paling dekat, yaitu rumah sekitar Pakuan ini,” tuturnya.

Aher juga mengaku, selama sepuluh tahun menjadi Gubernur dirinya tak pernah sekali pun keluar atau pindah dari Gedung Pakuan. Setelah tak lagi menjabat sebagai Gubernur, Aher akan tetap tinggal di Bandung. 

Namun, Aher dan keluarga untuk sementara akan mengontrak rumah hingga rumah barunya di daerah Pasir Impun, Kabupaten Bandung selesai dibangun.

“Kami putuskan untuk tinggal saja di Bandung. Tapi saat memutuskan untuk tinggal di Bandung buat rumahnya terlambat, sehingga sampai hari ini belum selesai,” kata Aher.


Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Komentar

Terkini

X