80 Persen Surat Suara Pilgub Jabar 2018 Sudah Terdistribusi

- 30 Mei 2018, 16:21 WIB
Petugas melipat dan mensortir surat suara Pemilihan Gubernur Jabar 2018 di GOR STT Mandala, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 30 Mei 2018. KPU Kota Bandung melakukan pelipatan surat suara Pilgub Jabar 2018 dengan jumlah total sebanyak 1.702.683 surat suara dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) kota Bandung sebanyak 1.659.017 pemilih dan DPT Provinsi Jawa Barat untuk Pilgub Jabar sebanyak 31.735.133 Pemilih.

BANDUNG, (PR).- Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat menargetkan penyortiran surat suara untuk Pilgub Jabar 2018 selesai sebelum Lebaran. KPU Jabar mengklaim 80 persen surat suara sudah didistribusikan ke kota/kabupaten.

Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat menuturkan bahwa jumlah surat suara yang dicetak disesuaikan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Jabar. KPU Jabar juga menyiapkan 2,5 persen surat suara tambahan dari jumlah DPT. Surat tambahan tersebut disebar berdasarkan jumlah DPT di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Meski begitu, dia belum bisa menyebut berapa banyak surat suara yang disebar dan melalui tahap penyortiran. Namun yang pasti surat suara sesuai jumlah DPT yang tercatat mencapai 31.735.133 orang. Jumlah itu sudah termasuk 51.514 pemilih dari kalangan disabilitas.

Rincian DPT terdiri atas 15.948.112 pemilih laki-laki dan 15.787.021 pemilih perempuan. Tersebar di 627 kecamatan, 5.957 desa/kelurahan dan akan memilih di 74.944 TPS. 

Yayat menyatakan kini pihaknya mulai melakukan kontrol terhadap surat suara yang sudah di sebar di sebagian besar kota/kabupaten. Seperti saat dihubungi "PR" pada Rabu, 30 Mei 2018, dirinya sedang meninjau surat suara di Kota/Kabupaten Tasikmalaya dan dilanjutkan ke Kabupaten Garut. 

"Saya lagi keliling, sedang mengontrol surat suara di Tasikmalaya. Surat suara kan sesuai DPT ditambah 2,5 persen. DPT-nya kan 31,7 juta lebih ditambah 2,5-nya," ujarnya.

Surat suara rusak

KPU setempat pun, lanjut dia, mempekerjakan orang untuk membantu penyortiran. Seperti di Kabupaten Bogor yang jumlah surat suaranya banyak, maka penyortiran dan pelipatan surat suara tak bisa mengandalkan PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan PPK saja. 

"Iya, karena kan tidak bisa dilakukan sendiri. Seperti Kabupaten Bogor yang gede-gede (jumlah DPT-nya,red) itu kan gak bisa (sendiri). Tapi seperti Kota Tasikmalaya itu kan cuma sedikit ya,  hanya 10 kecamatan, pemilihnya juga sedikit. Jadi yang mengerjakan penyortiran dan pelipatan itu ya PPK dan PPS saja. Tapi kalau ditempat yang lain, kami meng-hire orang," ucapnya.

Halaman:

Editor: Ira Vera Tika


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X