Terdakwa Penganiayaan Ustaz Persis hingga Meninggal Jalani Sidang Pertama dengan Gelagat Aneh

- 24 Mei 2018, 08:55 WIB
TERDAKWA penganiaya ustaz hingga meninggal, Asep Muftah dikawal aparat kepolisian saat memasuki ruang sidang 3 Pengadilan Negeri Bandung.*

BANDUNG, (PR).- Kasus penganiayaan Komandan Brigade PP Persatuan Islam (Persis) HR Prawoto mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LL.RE Martadinata, Kota Bandung. Sidang perdana penganiayaan ustaz Persis hingga meninggal, Kamis 24 Mei 2018 itu, diwarnai gelagat aneh terdakwa.

Terdakwa Asep Muftah (45) sebelumnya disebut mengidap gangguan jiwa. Namun, ia tetap hadir dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Wasdi Permana.

Persidangan kasus tersebut mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. Aparat dari pagi terus berjaga jaga disekitar pengadilan. Asep tiba di PN Bandung sekitar pukul 11.20. Kedatangannya didampingi Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana. Terdakwa sendiri hadir ke muka persidangan mengenakan peci rajut warna coklat bermotif, baju putih dan celana hitam.

Gelagat yang tak biasa ditunjukkan para terdakwa pembunuhan ialah senyum-senyum saat mendengar dakwaan dibacakan. Saat hakim menanyakan apakah terdakwa mengerti dengan dakwaan yang dibacakan jaksa, Asep juga tersenyum.

"Terdakwa barusan sudah dibacakan dakwaan, apakah jelas?" tanya Wasdi. Terdakwa pun mengangguk dan bilang jelas. Namun saat ditanya mengerti atau tidak Asep menjawab tidak mengerti.

loading...

Atas jawaban itu sontak membuat pengunjung sidang tertawa. Oleh karenanya dalam persidangan tersebut hakim beberapa kali memberikan penjelasan lebih rinci kepada terdakwa agar bisa memahami isi dakwaan.

Namun kelucuan kembali hadir di persidangan saat terdakwa diminta berkonsultasi dengan penasehat hukum. Ia seperti menunjukkan gelagat malu-malu dan malah bertanya bayar atau tidak.

"Enggak bayar ini ditanggung oleh negara," kata hakim. Hakim menjelaskan perbuatan terdakwa diancam hukuman lebih dari sembilan tahun penjara sehingga harus diberikan pendamping. 

Kronologi penganiayaan ustaz Persis hingga meninggal berdasar dakwaan

Jaksa Penuntut Umum menjerat Asep Maftuh dengan  pasal pembunuhan berencana dan penganiayaan.

Halaman:

Editor: Yedi Supriadi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X