Ternyata Masih Banyak Warga Kota Bandung yang Nunggak Iuran Sampah

- 16 Mei 2018, 11:56 WIB
DERETAN roda sampah di TPS Pasar Ancol, Kota Bandung, Rabu 16 Mei 2018.PD Kebersihan tengah melakukan penyisiran untuk mendata wajib retribusi sampah yang belum membayar.(ARMIN ABDUL JABBAR/

BANDUNG, (PR).- Pengangkutan sampah warga Kota Bandung yang mencapai 1.600 ton per hari belum sejalan dengan ketertiban warga dalam membayar biaya jasa pelayanan kebersihan. Oleh karena itu, Rukun Warga (RW) yang belum melakukan MoU dengan PD Kebersihan tidak akan mendapat pelayanan di setiap Tempat Pembuangan Sampah sementara (TPS).

"Penyebabnya karena ada RW yang belum MoU dengan PD kebersihan. Karena penagihan itu dikelola RW, RW tidak intensif menagih kepada keluarga wajib retribusi," ujar Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdyana Hadimin, di Bandung, Rabu 16 Mei 2018.

Selama ini, kata Deni, PD Kebersihan tidak bisa memilah berdasarkan sampah yang telah dibayar atau belum. Semua sampah yang terkumpul di TPS maupun di sisi jalan harus diangkut ke TPA.

Selain kendala penagihan dari RW kepada warga, diduga pemahaman warga itu yang membuat iuran sampah seolah tidak wajib. Sebab, tanpa ada bayaran pun pengangkutan sampah merupakan kewajiban PD Kebersihan.

Padahal, kata Deni, produksi sampah rumah tangga bisa mencapai 1.000 ton per hari. Jumlah itu terhitung 70% dari total 1.600 produksi sampah per hari.    

loading...

Selama ini, penagihan biaya sampah menjadi kewenangan setiap RW. Setiap karcis jasa layanan kebersihan yang dititipkan ke RW akan disetorkan kepada PD Kebersihan.

Maka, untuk meningkatkan ketertiban dalam membayar biaya jasa itu, PD Kebersihan menawarkan MoU dengan RW. Dengan MoU itu, warga kurang mampu juga bisa terdata dan mendapat subsidi. "Disarankan MoU. Dengan MoU ada kepastian pembayaran. RW juga jadi ada kepastian pengangkutan misalkan seminggu dua kali," kata Deni.

Biaya marketing

Dengan MoU itu, RW juga mendapat insentif 10% dari biaya yang tertagih, sebagai biaya marketing. Saat ini PD Kebersihan sudah mencapai MoU dengan 70% RW se-Kota Bandung. Tim khusus penyisiran saat ini masih mendatangi sisa RW yang belum melakukan MoU.

Halaman:

Editor: Muhammad Fikry Mauludy


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X