Jalan Braga untuk Zona Parkir Nontunai

- 3 Mei 2018, 14:16 WIB

BANDUNG, (PR).- Jalan Braga dijadikan Zona Parkir Nontunai khusus bagi para pengguna kendaraan yang membayar parkir menggunakan kartu bayar elektronik. Mulai Jumat 4 Mei 2018, pengguna parkir tepi jalan yang tidak berkenan membayar parkir melalui mesin parkir elektronik dilarang parkir di sepanjang Jalan Braga.

“Tentunya ini merupakan upaya optimalisasi penggunaan mesin parkir. Kami melihat masih banyak yang bayar tunai. Kita ingin warga segera beralih ke nontunai,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung Nasrul Hasani, saat dihubungi, Kamis 3 Mei 2018.

Seperti diketahui, penggunaan mesin parkir elektronik mulai diterapkan sejak Juli 2017 lalu. Terdapat 445 titik lokasi mesin parkir elektronik yang tersebar di Kota Bandung. Mesin parkir elektronik tersebar di 57 ruas jalan di Kota Bandung dengan mempekerjakan 700 juru parkir.

Para juru parkir resmi berseragam oranye menerima gaji Rp 1.8 juta per bulan untuk memandu pengguna parkir tepi jalan. Dengan diterapkannya pembayaran via mesin parkir elektronik ini, juru parkir tidak boleh lagi menerima uang tunai.

Akan tetapi, hampir setahun diterapkan, potensi parkir dari mesin elektronik belum terdongkrak. Diketahui, target retribusi daerah Pemerintah Kota Bandung 2017 hanya terealisasi sekitar Rp 50 miliar, dari target lebih dari Rp 250 miliar. 

Nasrul mengatakan, selama ini masih banyak warga yang belum menggunakan mesin parkir elektronik sebagai media bayar parkir tepi jalan. Alasannya beragam. Padahal, kata Nasrul, mesin parkir ini penting sebagai kontribusi penerimaan daerah dari retribusi yang lebih akuntabel, transparan, dan tanpa kebocoran. Melalui mesin itu, uang warga akan langsung diterima kas daerah.

“Tentu kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang selama ini telah membayar retribusi lewat mesin parkir ini. Dengan begitu, berarti masyarakat telah sadar untuk membayar retribusi secara transparan dan akuntabel karena langsung diterima ke kas daerah,” ujar Nasrul.

Hampir setahun diterapkan, UPT Parkir Dishub Kota Bandung berjanji akan mulai intensif mengarahkan warga untuk membayar parkir melalui mesin parkir. Durasi parkir yang dibayar pun harus sesuai.

Edukasi nontunai

Mulai dari Jalan Braga, kendaraan yang akan parkir di tepi jalan harus menggunakan kartu bayar elektronik. Bagi warga yang ingin membayar tunai, Dinas Perhubungan Kota Bandung akan mengarahkan pengendara untuk parkir di kantong parkir yang masih bisa melayani pembayaran tunai seperti di Basement Alun-alun, Matahari Banceuy, Ruko Banceuy, atau mal Braga City Walk.

Halaman:

Editor: Muhammad Fikry Mauludy


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X