Persiapan Antisipasi Arus Mudik Lebaran Terapkan Skenario Lama dan Baru

- 28 April 2018, 01:05 WIB
PEMUDIK sepeda motor.*

BANDUNG, (PR).- Dinas Perhubungan Jawa Barat mulai berbenah jelang mudik lebaran. Perpaduan skenario lama dan baru akan diterapkan tahun ini, hingga wacana pemberlakuan nomor kendaraan ganjil genap di jalur utama lintasan mudik Jabar nanti.

Hal itu akan dipastikan sesuai dengan jadwal libur lebaran tahun ini yang dikabarkan lebih panjang. Dishub pun akan menyebar sekitar 2.000 orang petugas gabungan dari dishub provinsi, kota dan kabupaten mulai H-7 nanti. 

Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik mengatakan, persiapan mudik lebaran, pihaknya akan menyiapkan pranata fasilitas angkutan jalan. Pihaknya pastikan pada H-15 sudah terpasang terutama di daerah rawan kecelakaan. Penerangan di beberapa titik seperti di Losarang, jalur nasional di Malangbong pun dipasang. 

"Kami di Pemprov diarahkan pembenahan ke selatan di Sukabumi terutama Ciletuh kita pasang rambu dan PJU. Itu antisipasi mudik lebaran karena Jabar tujuan dan lintasan," ujar dia, Jumat, 27 April 2018.

Namun pihaknya akan menunggu keputusan pasti libur bersama. Pasalnya nanti akan ada kenaikan pergerakan  terutama pergerakan di angkutan jalan raya.

Berikutnya, lanjut Dedi, tentunya kesiapan armada terutama diawali ramp chek di pul, terminal atau jalan raya. Kemudian di jalan raya pun akan antisipasi pemberlakuan angkutan barang yang diusulkan untuk tidak beroperasi mulai H-7 hingga H+7 kecuali untuk angkutan sembako, susu, bahan bakar, ternak dan hantaran pos. Pihaknya masih menunggu keputusan Kemenhub. 

"Kami mengusulkan H-7 hingga H+7, karena kami lihat titik krusulial di jalan tol Japek (Jakarta Cikampek), beberapa pembanguan stategis seperti LRT, kereta cepat, double track menuju Cikunir jadi diharapkan stop dulu, pas saat mudik lebaran jangan ada kegiatan di lapangan," ujar dia.

Pihaknya pun berencana akan menerapkan sistem nomor kendaraan ganjil genap. Hal itu untuk mengurai mix trafic di Japek.

Selain itu akan diterapkan di jalur Puncak terutama masalah infrastruktur. Yang jelas, dia menuturkan, di sana harus ada alat berat juga.

Halaman:

Editor: Novianti Nurulliah


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X