Rabu, 3 Juni 2020

Diduga Buang Limbah ke Sungai, PT Brother Terancam Sanksi

- 24 April 2018, 15:58 WIB

NGAMPRAH, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan memanggil pihak PT Brother Warna Abadi atas dugaan pembuangan limbah cair ke Sungai Citunjung. Hal itu berdasarkan hasil uji laboratorium sampel air sungai di sekitar perusahaan itu yang dinyatakan di atas baku mutu.

"Dari 5 indikator, 2 di antaranya menunjukkan bahwa sampel air yang diambil di atas baku mutu. Walaupun kami masih menunggu hasil 3 indikator lainnya, tetapi hasil yang sudah ada menunjukkan adanya pencemaran," kata Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat Zamilia Floreta, Selasa 24 April 2018.

Dia menuturkan, hasil uji laboratorium menunjukkan adanya tingkat kekeruhan serta kadar oksigen yang tidak normal, diduga akibat pembuangan limbah dari perusahaan tersebut. Meski demikian, hal itu harus ditelusuri lebih lanjut untuk mendapatkan alat bukti yang kuat.

Menurut Zamilia, perusahaan tekstil di Batujajar itu bukan pertama kalinya tersangkut kasus dugaan pencemaran sungai. Tahun lalu, perusahaan ini juga tidak mematuhi beberapa regulasi, di antaranya tidak memiliki IPLC, tidak memilili alat ukur laju debit, tidak melakukan pencatatan debit dan PH harian, serta tidak melaporkan UKL-UPL per semester. "Namun, tahun lalu sudah kami beri sanksi dan perusahaan itu melakukan perbaikan. Jadi, sanksinya sudah dicabut," katanya.

Untuk kasus tahun ini, lanjut Zamilia, perushaaan tersebut juga terancam dikenai sanksi administratif hingga paksaan pemerintah jika terbukti melakukan pelanggaran. Selasa kemarin, pihaknya juga melaporkan hasil uji lab kepada Plt Bupati Yayat Soemitra untuk ditindaklanjuti.

Bermula dari laporan Walhi Jabar 

Zamilia juga mengungkapkan, terungkapnya dugaan pencemaran salah satu daerah aliran Sungai Citarum ini berdasarkan laporan dari Wahana Lingkungan Hidup Jawa Barat. Melalui akun Twitternya, Walhi Jabar mengunggah foto aliran sungai berwarna merah darah yang diduga berasal dari PT Brother.

Sehari kemudian, petugas DLH mengambil sampel air sungai di sekitar perusahaan tersebut. Setelah 14 hari dilakukan uji laboratorium, hasilnya menunjukkan bahwa sampel tersebut di atas baku mutu. 

Menurut Zamilia, sanksi kepada perusahaan yang membuang limbah ke sungai diberikan secara bertahap, mulai sanksi administratif, paksaan pemerintah, pembekuan izin, hingga penutupan perusahaan. Namun, saat ini, pihaknya hanya bisa memberi dua sanksi pertama.

"Sebab, untuk penutupan, harus diproses di pengadilan. Dan saat ini, kami tidak punya petugas berwenang untuk membawa kasus ini ke pengadilan," katanya.

Halaman:

Editor: Cecep Wijaya Sari


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X