Perhutani: 33 Tempat Wisata di Hutan Bandung Utara Bukan Penyebab Banjir

- 22 April 2018, 12:08 WIB
PARA pehobi sepeda gunung mengikuti turnamen Indonesia Gravity bertajuk Cikole Relay Downhill di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 22 April 2018.*
PARA pehobi sepeda gunung mengikuti turnamen Indonesia Gravity bertajuk Cikole Relay Downhill di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 22 April 2018.*

NGAMPRAH, (PR).- Walaupun mengembangkan 33 tempat wisata di kawasan hutan lindung, Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Bandung Utara menjamin daerah resapan air di wilayah hutan seluas 20.560 hektare masih sangat bagus. Banjir yang terjadi di cekungan Bandung disebabkan oleh alih fungsi lahan di bawah area hutan.

Ditemui di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 22 April 2018, Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Komarudin mengatakan, daya serap air di hutan sangatlah bagus, karena air hujan turun langsung meresap ke akar pohon. Air yang limpas pun jauh berkurang selain memang terdapat air yang keluar dari mata air. 

"Nah, terjadinya banjir karena memang catchment area atau daerah tangkapan air sudah banyak berubah, tempat itu kebanyakan di luar kawasan hutan. Kalau kita lihat, lepas dari hutan Cikole ini kan langsung ada rumah, vila dan sebagainya. Padahal, semestinya ada fungsi ekologis juga. Itulah yang membuat fungsi penahan air jadi hilang," katanya.

Alih fungsi lahan itu, menurut dia, menyebabkan air yang meresap ke dalam tanah menjadi minim. Air langsung yang mengalir ke saluran air, lantas memicu terjadinya banjir jika hujan turun lebat. Meski begitu, Komarudin mengakui, daerah tangkapan air di kawasan hutan Bandung Utara memang tidak begitu besar. 

Dia menjelaskan, kawasan hutan di wilayah Perum Perhutani KPH Bandung Utara seluas 20.560 hektare, yang secara administrasi berada di Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Subang, dan Purwakarta. Dari luas tersebut, 76 persen ialah hutan lindung sedangkan sisanya adalah hutan produksi dan hutan terbatas.

"Di hutan lindung, yang diperbolehkan usahanya itu berupa jasa lingkungan, kemudian hasil hutan bukan kayu. Pokoknya, tidak boleh ada penebangan pohon di hutan lindung di sini. Salah satu jasa lingkungan yang kami usahakan di sini ialah wisata alam," katanya.

Dari 33 tempat wisata yang dikelola Perhutani KPH Bandung Utara, kata dia, 17 tempat wisata berada di Bandung Barat. Bandung Barat pun menjadi daerah dengan wilayah hutan terluas yang dimiliki Perhutani KPH Bandung Utara

Pendapatan

Pengembangan tempat wisata itu, menurut dia, dilandasi berbagai pertimbangan. 

Halaman:

Editor: Hendro Susilo Husodo


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X