Pemkab Bandung Tetapkan KLB Miras Oplosan

- 10 April 2018, 13:32 WIB

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status kejadian luar biasa atau KLB terkait korban tewas keracunan miras-oplosan">miras oplosan yang sudah mencapai 45 orang di wilayah tersebut.

"Status KLB terkait kasus miras-oplosan">miras oplosan di Kabupaten Bandung tersebut sudah disetujui. Kementerian Kesehatan dan dinas kesehatan diminta untuk siaga menangani korban," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Ahmad Kustiaji di Bandung, Selasa 10 April 2018 seperti dilaporkan Antara.

Berdasarkan data dari Humas RSUD Cicalengka, rumah sakit itu menerima kunjungan 103 pasien keracunan alkohol pada periode tanggal 6-10 April 2018.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Jawa Barat menyebut jumlah korban tewas akibat miras) oplosan mencapai 45 orang dalam beberapa hari terakhir.

Ahmad Kustiaji mengatakan, korban tewas yang diduga akibat keracunan alkohol tersebut sempat mendapatkan perawatan medis di tiga rumah sakit yakni RSUD Cicalengka, RS AMC Cileunyi, dan RSUD Majalaya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan prihatin terhadap kasus miras-oplosan">miras oplosan yang merenggut 23 orang dari 58 pasien yang dirawat di dua rumah sakit di Cicalengka, Kabupaten Bandung.

"Yang pertama, kita sangat prihatin dengan kejadian tersebut, kita berharap ke depan tidak ada kejadian seperti itu lagi. Yang kedua, kita mengajak semua pihak untuk peduli terhadap urusan seperti ini, kepada kepolisian dan pihak terkait mari kita petakan kecenderungan kejadian seperti ini terjadi," katanya.

Ia heran karena kasus miras-oplosan">miras oplosan menelan korban jiwa biasanya sering ditemui di kawasan Jawa Barat utara, tetapi sekarang terjadi di bagian Jawa Barat selatan seperti di Sumedang, Garut, dan kini di Kabupaten Bandung.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X