Rabu, 3 Juni 2020

Anak Sungai Citarum Berwarna Merah Darah

- 9 April 2018, 16:23 WIB
AIR anak Sungai Citarum berwarna darah terlihat dalam foto unggahan di akun Twitter Walhi Jabar bertanggal 5 April 2018. Anak sungai itu diduga tercemar limbah cair buangan pabrik tekstil di Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Di Bandung Barat, diduga ada 25 perusahaan yang membuang limbah ke Citarum.*

NGAMPRAH, (PR).- Wahana Lingkungan Hidup atau Walhi Jawa Barat menyebut, 25 perusahaan di Kabupaten Bandung Barat diduga membuang limbah ke Sungai Citarum. Pencemaran tersebut diduga sudah berlangsung lama, tetapi hingga kini belum ada sanksi tegas dari pemerintah.

Direktur Walhi Jabar Dadan Ramdan mengungkapkan, sebulan terakhir, Walhi Jabar melakukan investigasi terhadap 6 perusahaan yang membuang limbah ke Sungai Citarum. Keenam perusahaan itu berlokasi di Kecamatan Batujajar dan Padalarang.

"Ada 25 perusahaan yang kami pantau yang diduga membuang limbah ke Citarum, 6 di antaranya kami pantau sebulan terakhir," kata Dadan Ramdan, Senin 9 April 2018.

Dia mengungkapkan, salah satu perusahaan yang diduga membuang limbah ke anak Sungai Citarum, yaitu PT Brother di Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar. Dalam akun Twitternya, Walhi Jabar mengunggah beberapa foto aliran sungai berwarna merah darah yang diduga limbah buangan perusahaan tersebut.

Menurut Dadan Ramdan, Walhi Jabar sudah mengambil sampel limbah tersebut untuk diuji di laboratorium. Dia berharap agar pemerintah daerah menindak tegas perusahaan pencemar Sungai Citarum.

"Apalagi, sekarang kan ada program Citarum Harum yang melibatkan berbagai instansi, termasuk pemerintah daerah. Kondisi ini seharusnya bisa segera ditangani sebab pencemaran sudah berlangsung lama," tuturnya.

Dia juga mengungkapkan, Walhi Jabar memiliki tim audit untuk memeriksa sejauh mana sejumlah perusahaan di sekitar Sungai Citarum mematuhi regulasi seperti Izin Pengelolaan Limbah Cair serta memiliki instalasi pengolahan air limbah

Bandel

Dikonfirmasi soal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat Apung Hadiat Purwoko mengakui, PT Brother yang diduga membuang limbah  ke Sungai Citarum tersebut termasuk dalam daftar pengawasan dinasnya. 

Pada 2017, perusahaan itu sudah diberi sanksi berupa teguran lantaran tidak mematuhi beberapa regulasi di antaranya tidak memiliki IPLC, tidak memiliki alat ukur laju debit, tidak melakukan pencatatan debit dan PH harian, serta tidak melaporkan UKL-UPL per semester.

Halaman:

Editor: Cecep Wijaya Sari


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X