Senin, 24 Februari 2020

Integrasi Data Kecelakaan Lalu Lintas Belum Optimal

- 4 April 2018, 02:10 WIB

BANDUNG, (PR).- Integrasi data kecelakaan lalu lintas antara kepolisian dan rumah sakit di Kota Bandung belum optimal. Integrasi data menjadi kunci efektivitas kebijakan dan intervensi menekan angka kecelakaan dan korban.

“Dengan data yang akurat, kita bisa merumuskan kebijakan dan intervensi yang akurat. Selama ini masih ada jurang data kecelakaan antara kepolisian dengan instansi-instansi lain, termasuk rumah sakit,” tutur surveillance coordinator Bloomberg Initiatives for Global Road Safety (BIGRS) Kota Bandung, Estiara Ellizar, Selasa, 3 April 2018 siang.

Jurang data kecelakaan lalu lintas di Bandung terungkap dalam riset yang dikerjakan BIGRS pada 2017 lalu. Ketika itu mereka membandingkan data di Polrestabes dengan delapan rumah sakit umum.

Untuk jumlah korban meninggal dunia, misalnya, hanya terdapat 10 kasus yang cocok. Padahal, kepolisian mencapat 153 korban meninggal, sementara delapan rumah sakit mencatat 32 korban.

Dari perbandingan data kecelakaan ini, bisa diketahui bahwa ada kasus-kasus kecelakaan yang belum terangkum dalam data kepolisian. Sebaliknya, ada juga kasus-kasus kecelakaan yang belum terekam oleh rumah sakit.

BIGRS tahun ini memulai pelatihan penguatan kapasitas bagi 21 rumah sakit di Kota Bandung. Masing-masing rumah sakit mengirimkan dua petugas IGD (Instalasi Gawat Darurat) dan rekam medis untuk berlatih mempraktikkan pengkodean tiap-tiap kecelakaan lalu lintas.

“Dengan pelatihan ini, para petugas akan terampil melakukan pengkodean secara terperinci, mulai dari lokasi kejadian, penyebab kecelakaan, hingga jenis cedera. Jadi data yang mereka kirimkan sudah sangat terperinci,” ujar Estiara.

Dengan pengkodean yang rinci, diyakini Estiara, program-program terkait keselamatan lalu lintas bakal lebih efektif. Hal ini mencakup mulai dari kampanye hingga penegakan hukum.

Pemegang program BIGRS di Dinas Kesehatan Kota Bandung Siska Lestana menyatakan, selama ini sistem pelaporan korban kecelakaan belum mengungkap informasi rinci, mulai dari lokasi hingga penyebab kejadian. Dengan pelatihan ini, para petugas di IGD dan rekam medis akan menerapkan sistem pelaporan baru.

Halaman:

Editor: Tri Joko Her Riadi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X