Petani dan Nelayan Indramayu Geruduk Kantor Dinas Lingkungan Hidup Jabar

- 3 April 2018, 05:32 WIB
PETANI penggarap dan nelayan Desa Mekarsari Kec. Patrol Kab. Indramayu, yang tergabung dalam Jaringan Tanpa Asap Batu Bara Indramayu (JATAYU), melakukan demo di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Jalan Naripan Bandung, Selasa, 3 April 2018, menolak Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan ijin baru kepada Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu 2.*
PETANI penggarap dan nelayan Desa Mekarsari Kec. Patrol Kab. Indramayu, yang tergabung dalam Jaringan Tanpa Asap Batu Bara Indramayu (JATAYU), melakukan demo di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Jalan Naripan Bandung, Selasa, 3 April 2018, menolak Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan ijin baru kepada Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu 2.*

BANDUNG,(PR).- Petani penggarap dan Nelayan Mekarsari kec. Patrol Indramayu datangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta untuk tidak mengeluarkan addendum maupun izin baru terkait operasional Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu 2.

“Keberadaan PLTU Indramayu 2 sudah jelas menyalahi dalam segala hal, terutama dalam hal dampak lingkungan karena dibangun di kawasan pertanian dan perkebunan. Pihak pengadilan (PTUN Bandung) pun sudah mengabulkan permohonan gugatan para petani penggarap dan nelayan, karenanya kalau sampai pemerintah daerah (Pemprov Jabar) kembali mengeluarkan izin baru maka sudah tidak menganggap pengadilan dan hukum yang ditetapkan,” ujar Toto, koordinator aksi petani penggarap dan nelayan yang tergabung dalam Jaringan Tanpa Asap Batu Bara Indramayu (JATAYU), saat mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, di Jalan Naripan Bandung, Selasa, 3 April 2018.

Dalam persidangan di PTUN Bandung, pihak pengadilan memenangkan gugatan masyarakat Desa Mekarsari Kec. Patrol. Kab Indramayu pada 6 Desember 2017. Namun sejak putusan majelis hakim ditetapkan dilapangan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu 2 masih terus berlangsung.

Ketua Wahana Lingkungan Hidup Jawa Barat, Dadan mengatakan bahwa pihaknya maupun masyarakat Indramayu mendukung upaya-upaya pembangunan yang diselenggarakan pemerintah, khususnya untuk kemajuan daerah.

“Tapi yang terjadi di Patrol (Desa Mekarsari) berbeda kasusnya, karena proyek (PLTU Indramayu 2) dibangun diatas lahan seluas 320 hektar lahan produktis sawah dan kebun bawang, selain itu jarak proyek dengan perkampungan hanya 142 meter, bila sudah beroperasi dampaknya akan sangat berbahaya,” ujar Dadan.

Karenanya menurut Dadan, WALHI Jabar yang konsen terhadap lingkungan hidup mendukung penuh upaya-upaya masyarakat petani dan juga nelayan Patrol dalam dalam memperjuangkan hajat hidupnya. Sementara kepada
pemerintah pihaknya berharap agar Pemprov Jabar tidak lagi mengeluarkan addendum baru, perjanjian maupun perijinan kepada pihak pengusaha.***

Editor: Retno Heriyanto


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X