Minggu, 8 Desember 2019

Banjir di Bandung Selatan Hilang, Lumpur pun Datang

- 16 Maret 2018, 11:34 WIB

PAGI itu, Jumat 16 Maret 2018, hangatnya sinar mentari mulai menyingsing dari balik awan di ufuk timur. Setiap orang memulai aktivitas rutinnya masing-masing. Jalanan sudah ramai dengan raung suara knalpot kendaraan yang berlalu-lalang di Jalan Raya Banjaran-Bandung.

Akan tetapi, suasana pun seolah terbalik saat menyusuri Jalan Andir-Katapang, tidak jauh dari jalan utama Jalan Raya Banjaran-Bandung. Di tempat itu hanya terlihat hamparan lumpur sisa genangan banjir yang selama berminggu-minggu menggenangi kawasan ini. Jarang sekali ada lalu lalang kendaraan di jalan berlumpur itu.

Berjalan jauh ke salah satu sudut jalanan itu, tampak beberapa personel mengenakan pakaian oranye bertuliskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung. Para personel BPBD itu sibuk membersihkan hamparan lumpur yang membentang di jalan yang menjadi urat nadi bagi warga sekitar. Cangkul dan sekop menjadi satu-satunya alat yang digunakan untuk membersihkan hamparan lumpur sisa banjir.

Tidak hanya personel BPBD, tampak pula warga sekitar turut membantu bergotong royong membersihkan lumpur yang licin. Diselingi canda tawa yang menjadi pelepas lelah, personel BPBD berbaur dengan masyarakat sekitar.

Genangan banjir yang selama ini merendam wilayah Bandung selatan mulai tampak surut di beberapa titik permukiman penduduk. Namun, surutnya genangan banjir tidak membuat beban warga terdampak banjir dapat bernafas lega. 

Timbunan endapan lumpur banjir menyisakan pekerjaan rutin yang harus dilakukan warga terdampak banjir.

Seorang warga di Kampung Ciputat, RW 6, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Endang Permana (54) mengatakan, banjir yang selama ini menggenangi permukiman penduduk di wilayahnya sudah mulai surut sejak Rabu 14 Maret 2018. 

Meski demikian, warga harus segera membersihkan endapan lumpur yang tertimbun di sekitar rumah mereka. Menurut Endang, jika timbunan lumpur itu tidak segera dibersihkan, akan berpotensi menjadi sumber penyakit. 

Lumpur sisa banjir mengeluarkan bau tidak sedap yang diduga sudah bercampur dengan sisa-sisa limbah industri yang dibuang pabrik-pabrik ke aliran Sungai Citarum.


Halaman:

Editor: Ecep Sukirman

Tags

Komentar

Terkini

X