Sudah Saatnya Pelajar Bandung Berjalan Kaki ke Sekolah

- 12 Maret 2018, 12:33 WIB
GURU mendampingi sejumlah siswa berjalan kaki ke sekolah pada kampanye

BANDUNG sudah tak lagi santai. Di tengah jam sibuk lalu lintas di Kota Bandung, satu pelanggaran kendaraan bisa memicu kerugian bagi puluhan kendaraan lainnya. Dengan berjejalnya kendaraan di waktu padat, satu mobil orang tua yang menurunkan anaknya di depan gerbang sekolah saja bisa memicu kemacetan setara satu kilometer di belakangnya.

"Jadi, satu kendaraan bisa memakan waktu dua sampai tiga menit untuk menurunkan siswa. Ada yang masih berhenti itu karena anaknya masih harus memakai sepatu, harus menyiapkan barang ini dan itu. Banyak yang seperti itu. Itu baru satu mobil. Sementara satu waktu bisa dilakukan lebih dari 50 mobil. Kemacetan pasti mengekor," kata Kasatlantas Polrestabes Bandung Agung Reza, di daerah Antapani, Bandung, Senin 12 Maret 2018.

Kondisi kemacetan yang terjadi di waktu antar-jemput siswa sekolah rutin terjadi di Jalan Merdeka, terpatnya dari gerbang sekolah Sekolah Santa Angela dan SDN Banjarsari. Kesibukan mobil pribadi dan taksi daring memenuhi satu lajur kiri dari tiga lajur yang ada.

Kendaraan tertahan melaju hingga mengekor ke Jalan Aceh. Dua lajur tersisa juga tak luput dari hambatan karena kendaraan pengantar-jemput siswa kerap memotong lajur untuk menuju arah Jalan Braga.

Untuk mengurangi kemacetan, kepolisian menerapkan sistem kanal lajur. Sejumlah traffic-cone yang tersambung tali memanjang membuat lajur kiri dikhususkan bagi kendaraan pengantar-jemput. Namun, dampaknya tidak terlalu terasa.

loading...

Kemacetan yang dipicu kendaraan antar-jemput siswa juga terjadi di banyak titik, termasuk di Taruna Bakti, Jalan LLRE Martadinata, hingga SD Muhammadiyah 7 Bandung, di Jalan Kadipaten, Antapani.

Program Walk to School

Area naik-turun penumpang di wilayah sekolah memang tidak didesain untuk menampung jumlah kendaraan sesuai jumlah siswa. Maka, Polrestabes Bandung dan Dinas Perhubungan Kota Bandung berupaya agar area naik-turun siswa penyebab macet di gerbang sekolah dihindari.

Sebagai gantinya, disiapkan program "Walk to School" atau berjalan ke sekolah. Dimulai dari siswa SD, area naik-turun penumpang digeser ke zona yang lebih luas. Di Jalan Merdeka, mobil pengantar diarahkan polisi memasuki area Mapolrestabes Kota Bandung dan menurunkan siswa di halaman parkir.

Selain itu, para pengantar diminta menurunkan siswa di Balai Kota Bandung, agar siswa bisa melanjutkan ke Sekolah Santa Angela atau SDN Banjarsari berjalan kaki dan menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO). Jalan Aceh juga dipilih sebagai area pemberhentian kendaraan pengantar.  

Halaman:

Editor: Muhammad Fikry Mauludy


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X