Selasa, 21 Januari 2020

16 SMK di Bandung Barat Belum Kantongi Izin Operasional

- 1 Maret 2018, 10:37 WIB

NGAMPRAH, (PR).- Dari 115 SMK di Kabupaten Bandung Barat, sebanyak 16 SMK belum mengantongi izin operasional dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Guna meningkatkan kualitas pendidikan SMK, penataan perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk dalam hal perizinan sekolahnya.

Kepala Cabang Dinas Wilayah VI (Bandung Barat dan Cianjur) Deden Saepul Hidayat mengatakan, berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, sekitar 13-15 persen lulusan SMK masih menganggur. Padahal, para lulusan SMK disiapkan untuk segera masuk ke dunia kerja.

"Upaya kami bagaimana meningkatkan mutu lulusan SMK. SMK itu berbasis advokasi, yang mana mereka harus sudah siap kerja. Kenapa (pengangguran) ini terjadi? Salah satunya, bisa jadi ini ada di proses awal, ketika izin itu dikeluarkan," kata Deden, di sela rapat koordinasi dengan para kepala SMK di Bandung Barat, di Ngamprah, Kamis 1 Maret 2018.

Berbeda dengan lulusan SMA yang lebih general, menurut dia, lulusan SMK disiapkan dengan kemampuan spesifik untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri tertentu. Oleh karena itu, diperlukan penataan, agar di suatu wilayah tidak bertumpuk SMK dengan program studi yang sama.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMK KBB Denny Mariana menuturkan, di Bandung Barat terdapat total 115 SMK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 99 SMK tercatat memiliki izin operasional, yang terdiri atas 8 SMK negeri dan 91 SMK swasta.

"Sisanya, sebanyak 16 SMK belum punya izin operasional, tetapi kegiatan belajar mengajar sudah berjalan. Sebagian besar itu baru punya izin rencana. Kalau punya izin operasional pun, tapi belum punya akreditasi, buat ujian anak didiknya itu harus gabung dengan sekolah lain yang sudah punya akreditasi," katanya.

Kendala

Dari 115 SMK yang ada di Bandung Barat itu, dia menyebutkan, terdapat total 47 bidang keahlian atau jurusan. Dengan jumlah total 1.845 pengajar, seluruh SMK di Bandung Barat memiliki jumlah siswa sebanyak 26.331. Sebanyak 8.078 siswa di antaranya disiapkan untuk mengikuti ujian nasional berbasis komputer.

"Kami di MKKS akan mendorong anak-anak yang bersekolah di SMK yang belum memiliki izin operasional agar bisa terselamatkan, jadi bisa mengikuti ujian akhir. Untuk siswa SMK di Bandung Barat, 100 persen dapat mengikuti UNBK. SMK-SMK di Bandung Barat itu terdiri atas lima wilayah, di mana ada lima sekolah rujukan. Tiga sekolah negeri, dan dua sekolah swasta," katanya.

Dia menambahkan, sejak tahun lalu MKKS Bandung Barat telah mendorong secara normatif agar sekolah-sekolah yang belum mendapat izin operasional bisa memenuhinya. Akan tetapi, izin operasional pada sejumlah sekolah terkendala oleh beberapa hal. "Kendalanya itu bisa dari status tanahnya, sarana dan prasarananya, atau bahkan sumber daya manusianya," tukasnya.***

Halaman:

Editor: Hendro Susilo Husodo

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X