Jumat, 6 Desember 2019

Empat Kali Benteng Perumahan Padalarang Techno Regency Ambruk, Izin Dipertanyakan

- 26 Februari 2018, 14:59 WIB
WARGA bersama Satpol PP Kabupaten Bandung Barat berdiri di sekitar rumah yang tertimpa benteng perumahan Techno Regency di Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Senin, 26 Februari 2018. Robohnya benteng perumahan pada Minggu, 25 Februari malam diduga karena konstruksi benteng yang kurang kuat menahan derasnya hujan yang mengguyur kawasan tersebut. Warga terkena dampak mendesak agar pihak pengembang untuk bertanggungjawab, karena dampak pembangunan perumahan tersebut sudah kali ke-4 terjadi di wilayah itu.*

NGAMPRAH, (PR).- Dalam beberapa bulan ini, sudah empat kali benteng perumahan Padalarang Techno Regency ambruk di Kampung Cidadap, Desa/Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Warga sekitar pun mempertanyakan legalitas pembangunan perumahan tersebut, terutama izin lingkungan.

Sebelumnya, benteng Perumahan Padalarang Techno Regency itu selalu rubuh ke lahan perkebunan milik warga. Kali ini, benteng Perumahan Padalarang Techno Regency menimpa dapur dan bagian belakang rumah milik Suherman (53), pada Minggu, 25 Februari 2018 malam. Walaupun pengembang Perumahan Padalarang Techno Regency selalu memperbaiki bentengnya, warga mempertanyakan dokumen pengelolaan lingkungan dalam pembangunannya.

Seorang warga, Karom (51) mengatakan, pada awal pembangunan perumahan pada 2017 lalu, warga pernah mempertanyakan dokumen perizinannya. PT Dharma Prasetia Cipta Graha selaku pengembang perumahan Padalarang Techno Regency memang memperlihatkan dokumen perizinannya, tetapi dinilai sudah kadaluwarsa.

"Memang mereka memperlihatkan, tetapi ketika diverifikasi, ternyata itu sampah. Soalnya, izinnya itu keluar 2007. Dokumen lingkungan seperti Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) itu dikeluarkan 2007, sedangkan perumahan ini dibangun tahun berapa? Belakangan ini, kan? Berarti itu harus diubah," kata Karom. Dia mengemukakan ini seusai warga bermusyawarah dengan pengembang dan instansi terkait di Pemkab Bandung Barat, Senin, 26 Februari 2018.

Selain itu, dia menambahkan, warga sekitar pun tak pernah memberikan persetujuan terkait pembangunan perumahan Padalarang Techno Regency. "Keterlibatan warga itu tidak pernah ada. Warga tidak pernah memberikan tanda tangan untuk perizinannya. Rumah yang terdekat saja tidak pernah," kata Karom, yang juga anggota Badan Permusyawaratan Desa Padalarang.

Suherman, warga yang rumahnya tertimpa benteng perumahan, membenarkan bahwa dirinya tak pernah memberikan persetujuan terkait penerbitan izin mendidikan bangunan. "Pasang benteng juga enggak bilang-bilang. Belum setahun benteng ini dibangun. Saya belum pernah memberikan izin tetangga," katanya.

Isteri Suherman, Cucu Rosidah (45) mengaku ketakutan ketika benteng tersebut ambruk. Apalagi, benteng perumahan itu roboh ketika dia sedang tiduran bersama anak-anaknya di lantai dua. "Tiba-tiba ada suara 'krek'. Enggak lama kemudian ada suara gemuruh. Dilihat dari jendela, bentengnya sudah ambruk. Untung fondasi rumah ini kokoh," katanya.

Sementara itu, Bagian Legal dari PT Dharma Prasetia Cipta Graha, Ragga Bimantara menyatakan, pihak perusahaan berkomitmen untuk bertanggung jawab dalam memperbaiki benteng dan kerusakan rumah warga yang tertimpa benteng. Perbaikan, kata dia, bakal diupayakan secepatnya dan sebaik mungkin.


Halaman:

Editor: Hendro Susilo Husodo

Tags

Komentar

Terkini

X