Senin, 1 Juni 2020

Banjir Bandung Selatan Kembali Meluas, Ribuan Rumah Warga Terendam

- 26 Februari 2018, 10:39 WIB
DUA bocah bermain di genangan banjir di Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkolot, Senin 26 Februari 2018. Hingga saat ini, sedikitnya 6.361 rumah warga dari 3 kecamatan di Kabupaten Bandung masih tergenang banjir luapan Sungai Citarum. Beberapa posko pengungsian dipenuhi warga terdampak banjir yang mulai membutuhkan logistik dan air bersih.*

SOREANG, (PR).- Hingga saat ini, sedikitnya 6.361 rumah warga dari 3 kecamatan di Kabupaten Bandung masih tergenang banjir luapan Sungai Citarum. Beberapa posko pengungsian dipenuhi warga terdampak banjir Bandung selatan yang mulai membutuhkan logistik dan air bersih.

Akses jalan dari Kabupaten Bandung menuju Kota Bandung terhambat akibat genangan banjir merendam sejumlah jalan penghubung utama. Akibatnya, kepadatan kendaraan terjadi di beberapa titik jalan alternatif.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin 26 Februari 2018 pada pukul 10.30, ketinggian permukaan banjir yang menggenangi Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkolot di sekitar SPBU Baleendah mencapai 70 sentimeter. Sedangkan untuk akses Jalan Andir-Katapang dan Jalan Anggadireja-Baleendah tidak bisa dilalui kendaraan. Ketinggian permukaan banjir yang menerjang permukiman warga ini turut dipengaruhi juga luapan air dari Sungai Cisangkuy.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, wilayah tergenang banjir Bandung Selatan di Kecamatan Baleendah paling luas. Di antaranya di Kelurahan Andir (10 titik, 2.255 rumah tergenang, 1 sekolah, dan 16 tempat ibadah) dengan wilayah terparah tergenang banjir di Kampung Ciputat setinggi 2,1 meter. Kemudian di Kelurahan Baleendah (4 titik, 966 rumah tergenang, 1 tempat ibadah) dengan titik genangan terparah di Kampung Karees setinggi 1 meter.

Kebutuhan logistik dan air bersih

Sementara itu, menurut seorang pengungsi saat ditemui di posko pengungsian Yuyun Wahyuni (56) warga Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah mengatakan, setelah beberapa hari mengungsi di posko pengungsian, pengungsi membutuhkan ketersediaan air bersih dan logistik lainnya. Pasalnya, saat ini warga terdampak banjir yang mengungsi mulai bertambah. Tak hanya di Inkanas dan SKB Baleendah, beberapa warga terdampak banjir Bandung selatan pun menempati posko pengungsian yang tersebar di beberapa titik.

Yuyun mengatakan, dia dievakuasi relawan Imah Rancage yang saat itu menyusuri ke gang permukiman warga di sekitar rumahnya. Selain itu, personel BPBD Kabupaten Bandung terus menyusuri ke permukiman warga terdampak banjir untuk melakukan evakuasi warga.

“Kebetulan ada relawan dari Imah Rancage yang mengevakuasi warga yang hendak mengungsi. Kalau di rumah ibu, ketinggian banjir sudah mencapai dua meter lebih. Masih banyak warga yang tertahan di rumahnya dan belum dievakuasi. Banjir kali ini lebih parah dari banjir sebelumnya,” tutur dia.

Ditemui terpisah, Penasihat Imah Rancage Saeful Bachri mengatakan, pihaknya turut membantu melakukan evakuasi kepada warga terdampak banjir. Beberapa peralatan dan 20 relawan disiagakan di beberapa titik rawan banjir.

Halaman:

Editor: Ecep Sukirman


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X