Senin, 24 Februari 2020

Jokowi Respons Kartu Kuning dari Mahasiswa Universitas Indonesia, Begini Imbasnya

- 2 Februari 2018, 11:35 WIB

DEPOK, (PR).- Presiden Joko Widodo mengetahui aksi mahasiswa Universitas Indonesia yang mengangkat kartu kuning kepadanya. Aksi itu tidak membuat Jokowi tersinggung. Namun, pertemuan antara BEM UI dengan presiden pun menjadi batal karena peristiwa itu.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Prabowo. "Sebenarnya sudah dijadwalkan bahwa Presiden menerima Ketua BEM selepas acara karena katanya ada yg mau disampaikan dari BEM UI. Tapi, batal karena aksi tersebut," kata Johan Budi.

Saat Dies Natalis dimulai, memang terdapat peristiwa yang cukup menarik perhatian. Saat Jokowi akan memulai pidato dan sebagian besar peserta Dies Natalis duduk di tempatnya masing-masing, Ketua BEM UI Zaadit Taqwa tampak tetap berdiri. Dia mengacungkan buku panduan suara UI seukuran kertas A4 yang berwarna kuning. Paspampres pun berhasil menggiring mahasiswa Universitas Indonesia ini ke luar dari arena Dies Natalis.

Zaadit melakukan hal itu untuk memberikan semacam peringatan. Buku kuning tersebut diibaratkan kartu kuning yang diberikan mahasiswa Universitas Indonesia kepada pemerintahan Joko Widodo yang masih diliputi sejumlah permasalahan di tahun keempatnya ini.

Ada tiga permasalahan yang diungkitnya, yaitu masalah gizi buruk di Papua, kecenderungan munculnya kembali dwi fungsi TNI/Polri terkait wacana pejabat pelaksana tugas gubernur di beberapa daerah untuk menghadapi Pilkada 2018, dan rancangan Peraturan Menristek Dikti mengenai Organisasi Mahasiswa yang diduga akan membatasi ruang gerak mahasiswa.

Dies Natalis UI ke 68 ini dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintahan. Di antaranya Kepala DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Agraria Tata Ruang Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Perkembangan teknologi

Dalam peringatan itu, Jokowi mengatakan perkembangan teknologi telah mempengaruhi lansekap ekonomi, sosial, budaya, dan politik nasional maupun internasional. Hal tersebut menuntut adanya perubahan paradigma dalam segala bidang.

Dia mengatakan, perkembangan teknologi kini telah membuat cara berbisnis lama tutup dan cara berbisnis baru bermunculan. Kehadiran internet membuat kemapanan bisnis supermarket goyah. Begitu juga dengan geliat bisnis perjalanan yang menurun drastis karena pengaruh penjualan tiket berbasis online.

Pertumbuhan teknologi internet juga mempengaruhi dunia politik dan pemerintah dipaksa untuk menyesuaikan diri. "Pemerintahan dipaksa kerja cepat dan efisien. Pekerjaan administrasi dan akuntan juga diautomatisasikan," kata dia saat memberikan pidato dalam Dies Natalies Universitas Indonesia ke-68, Jumat, 2 Februari 2018.

Halaman:

Editor: Muhammad Ashari

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X