Rabu, 3 Juni 2020

Babak Baru Normalisasi Citarum, Wiranto Janji Tegas Lawan Pungli

- 16 Januari 2018, 07:09 WIB
WARGA memancing ikan di aliran Sungai Citarum yang tercemar limbah industri di Kampung Ciwalengke, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Rabu, 10 Januari 2018. Penataan Citarum dari mulai kawasan hulu yang akan dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada Januari ini masih terjadi pencemaran. Menurut warga setidaknya dari saluran tersebut ada 17 pabrik yang membuang limbah ke Sungai Citarum.*

BANDUNG, (PR).- Pemerintah pusat akan menerbitkan peraturan presiden terkait dengan penataan Sungai Citarum. Melalui perpres tersebut penataan sungai terpanjang di Jabar tersebut akan lebih terintegrasi.‎ Selain program, dana yang akan digelontorkan pun akan terintegrasi.

"Raperpres sudah ada, Presiden pun sudah tahu, secara resmi kita terus laporkan. Melalui ratas nanti akan diketahui presiden setuju atau tidaknya dengan perpres tersebut," ujar Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam Rapat Kodinasi Penanganan Sungai Citarum bersama masyarakat di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2018.

Menurut dia, melalui perpres tersebut terdapat sejumlah peraturan. Di antaranya Citarum Bestari pun dimasukan. "Intinya kita satu. Sekaran kan tidak terintegrasi," kata dia.

Kata dia, pihaknya bertujuan‎ ingin menjadikan Citarum lebih baik. Hasilnya bisa dirasakan setidaknya lima tahun atau pada tahun kesepuluh nanti, setelah program tersebut dilaksanakan mulai tahun ini.

"Goal-nya seperti menata limbah, bahkan 10 tahun bisa diminum. Untuk Citarum ini tidak bisa ditangani dalam 1-2 tahun, harus konsisten makanya ini penting," ujar dia.

‎Pihaknya pun akan melihat hasil program terpusat tersebut pada lima tahun yang akan datang. Yang pasti pihaknya menargetkan kualitas air Sungai Citarum nanti semakin banyak. Selain itu industri sudah memilik IPAL, dan warga memiliki MCK sendiri.

"Soal IPAL, kita kordinasikan dengan Kementrian Perindustrian, sistemnya puluhan industri di satu area harus memiliki IPAL (komunal)," ujar dia.

Selain itu, Luhut pun mengingatkan sekaligus menegaskan pada ‎masyarakat Jawa Barat pun harus ikut terlibat. Masyarakat Jabar harus benar-benar bertekad sama-sama menjaga Citarum.

Halaman:

Editor: Novianti Nurulliah


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X