Sejumlah Tempat Wisata Ditutup, Lembang Tetap Macet

- 2 Desember 2017, 16:15 WIB

NGAMPRAH, (PR).- Cuaca ekstrim berupa angin kencang rupanya tak menyurutkan wisatawan untuk mendatangi kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu, 2 Desember 2017. Walaupun sejumlah objek wisata ditutup oleh pengelolanya agar tak membahayakan pengunjung, kemacetan tetap terjadi di ruas jalan utama dan jalur alternatif di sekitar Lembang.

Seorang sopir angkot Stasiun Bandung-Lembang, Memed (62) mengeluhkan kemacetan di kawasan Lembang, karena membuat angkot sepi penumpang dan membuat biaya untuk bahan bakar semakin besar.

"Macetnya sudah lebih dari parah, terutama di depan pintu masuk Farmhouse. Ya pasti rugilah. Untuk setoran sih ada, tapi buat bawa pulang ke rumah enggak ada," tuturnya, di pinggir Jalan Raya Lembang.

Menurut Kepala Polsek Lembang Rahmat Lubis, kemacetan terjadi di hampir seluruh wilayah Lembang, namun kendaraan masih tetap bisa melaju. Dibantu oleh jajaran dari Koramil Lembang dan Pusdikajen, pengaturan lalu lintas di sejumlah titik diterapkan dengan sistem buka tutup.

"Roda masih bisa terus berputar, walaupun hanya dengan kecepatan 5 kilometer per jam. Seperti yang terjadi setiap libur panjang, di Lembang kali ini pun banyak bus dan kendaraan penumpang lainnya dari berbagai daerah. Kami menerapkan buka tutup jalan dengan jarak yang pendek, karena ruas jalan di Lembang tidak memungkinkan untuk melakukan one way panjang," katanya.

Sales & Marketing Manager The Lodge Maribaya Puji Fauziah mengatakan, The Lodge Maribaya hanya ditutup pada Kamis, 30 November 2017, sedangkan Jumat, 1 Desember 2017, dan Sabtu buka seperti biasa. Dalam sehari, diperkirakan terdapat sekitar 3.000 pengunjung ke tempat wisata alam yang terletak di Desa Cibodas itu.

"Demi keselamatan pengunjung, Kamis kami sempat tutup setengah hari ketika ada angin kencang. Saat itu, seluruh pengunjung dan karyawan diamankan ke resto tertutup. Untuk Jumat dan Sabtu, The Lodge Maribaya buka seperti biasa. The Lodge Maribaya kan tidak dikelilingi pohon besar atau berada di dalam hutan, tetapi pemandangannya ke arah hutan pohon pinus," tuturnya.

Cikole masih ditutup

Sementara itu, pemilik Grafika Cikole Lembang, Eko Suprianto menyatakan bahwa tempat wisata outbond dan hotel miliknya terpaksa ditutup sejak Kamis lalu, karena cuaca di sekitar Cikole masih cukup membahayakan. Dampak dari siklon tropis dahlia, menurut dia, menimbulkan lima pohon pinus tumbang di sekitar Grafika Cikole.

"Walaupun posisinya di luar pagar Grafika, pohonnya itu jatuh ke dalam. Ada 4 pohon roboh Kamis pagi, dan 1 pohon Kamis malam. Kemarin dan sekarang (Sabtu) sudah berkurang anginnya, tapi masih tetap mengerikan. Di atas (Cikole) itu anginnya sangat kencang, jadi operasional kami ditutup selama tiga hari. Yang ditutup itu untuk di area hutan, kalau restoran yang di depan tetap buka," katanya.

Halaman:

Editor: Hendro Susilo Husodo


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X