Minggu, 7 Juni 2020

Indonesia Menari 2017 Digelar di Tiga Kota, Citra Kirana dan Morgan Oey Hadir di Bandung

- 19 November 2017, 14:18 WIB
RATUSAN penari menari dalam acara Indonesia Menari 2017 di Paskal 23 Mall, Kota Bandung, Minggu 19 November 2017. Lebih dari 3.000 penari dari komunitas tari, sanggar tari, komunitas muda, sekolah, dan universitas di Indonesia menari secara serentak di tiga kota yaitu Jakarta, Bandung, dan Solo dengan konsep penggabungan tarian tradisional dan modern.***

BANDUNG, (PR).- Diikuti sekitar 400 penari, Indonesia Menari 2017 berlangsung meriah di Atrium Paskal 23, Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Bandung, Minggu 19 November 2017.

Memasuki tahun keenam penyelenggaraannya, Indonesia Menari dihelat serentak di tiga kota yaitu Jakarta, Bandung, dan Solo. Dengan sistem kompetisi, para peserta terbagi menjadi dua kategori yaitu kelompok dan individu.

Pada pelaksanaannya, Indonesia Menari 2017 berlangsung dalam bentuk tarian massal dengan koreografi yang menggabungkan beberapa gerakan tari tradisional dan modern.

Para penari tampil dalam durasi empat menit dengan iringan musik yang diaransemen Pongky Prasetyo.

Untuk Indonesia Menari 2017, Pongky menggabungkan enam lagu daerah yaitu Bungong Jeumpa (Aceh), Cik Cik Periuk (Kalimantan Barat), Cingcangkeling (Jawa Barat), Rasa Sayange (Maluku), Si Patokaan (Sulawesi Utara), dan Gemu Fa Mi Re (Nusa Tenggara Timur).

Lagu-lagu itu diputar sebagai musik pengiring para penari. Hasilnya, para peserta menari kompak dengan berbagai improvisasi gerakan. Tak lupa, warna-warni kostum yang dipakai para penari membuat atrium mal tambah semarak.

Tahun ini, Indonesia Menari dikonsepkan Rosmala Sari Dewi dari International Council of Organizations of Folklore Festival & Art Festival (CIOFF) yang bertindak selaku koreografer.

Dia mengemas gerakan tari tradisional yang dikemas secara modern. Para peserta dapat menyaksikan tutorial gerakan Indonesia Menari 2017 melalui https://www.indonesiakaya.com.

Mereka diwajibkan mengikuti gerakan tari yang telah dirancang tetapi gerakan ini terbuka untuk dikreasikan kembali para peserta. Misalnya pada peserta kelompok dapat berkreasi di pola lantai, variasi tinggi rendah pada setiap gerakan, atau pengembangan komposisi koreografi bagi peserta individu.

Halaman:

Editor: Windy Eka Pramudya


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X