Stasiun Walini Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditunda, Pertumbuhan Ekonomi Hanya Isapan Jempol

- 27 Oktober 2021, 15:35 WIB
Pengerjaan jalur proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di kawasan Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Senin (25 Oktober 2021). Penundaan pembangunan Stasiun Walini proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menjadi indikasi janji pertumbuhan ekonomi bagi warga Cikalongwetan dengan kehadiran proyek tersebut hanya isapan jempol.
Pengerjaan jalur proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di kawasan Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Senin (25 Oktober 2021). Penundaan pembangunan Stasiun Walini proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menjadi indikasi janji pertumbuhan ekonomi bagi warga Cikalongwetan dengan kehadiran proyek tersebut hanya isapan jempol. /Pikiran Rakyat/Bambang Arifianto

PIKIRAN RAKYAT - Penundaan pembangunan Stasiun Walini proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi indikasi janji pertumbuhan ekonomi bagi warga Cikalong Wetan dengan kehadiran proyek tersebut hanya isapan jempol. 

Warga pun berharap lahan PTPN VIII yang terkena proyek tersebut dikembalikan menjadi perkebunan agar mereka tetap memiliki mata pencaharian. 

"Hoyongna dikembalikan sapartos kapungkur janten perkebunan (Inginnya kembali seperti dulu jadi perkebunan)," kata Oom Shomarna (64), warga Kampung Cimenteng, Desa Kanangasari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Senin 25 Oktober 2021.

Kampung Oom memang berlokasi tak jauh dari area proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang menggerus lahan PTPN VIII di Maswati. Ia punya alasan sehingga berharap lahan PTPN kembali seperti semula selepas pepohonan karet dan tehnya ditebangi alias digunduli demi kepentingan proyek yang akhirnya makan uang rakyat dari APBN itu. 

Baca Juga: Diduga Namanya Dicatut Untuk Proyek, Kabiro Kemensos Lapor Polda Metro Jaya

"Kesejahteraan masyarakat tos kirang (Kesejahteraan masyarakat sudah berkurang)," tuturnya. 

Jumlah warga sekitar yang semula mendapat penghasilan dengan bekerja di proyek tambah berkurang seiring semakin rampungnya pengerjaan di wilayah Walini serta penundaan pembangunan stasiun yang mengusung konsep transit oriented development tersebut. 

Padahal, sejumlah warga sebelumnya telah kehilangan mata pencahariannya sebagai pekerja perkebunan setelah PTPN VIII Panglejar Bagian Maswati berhenti beroperasi.

Baca Juga: Soal Kecelakaan Maut, Wagub DKI Riza Patria: Jadi Sopir Transjakarta Itu Berat

Warga ibarat‎ sudah jatuh, tertimpa tangga pula atau sudah kehilangan pekerjaan karena perkebunan berhenti beroperasi, kini kembali nganggur karena proyek stasiun TOD juga terhenti. Padahal, warga cukup punya asa dengan pembangunan stasiun dengan konsep‎ pendirian kota di lingkungannya. Setidaknya, warga, terutama para pemudanya  bisa menjadi tenaga kerja atau kuli bangunan di proyek itu.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X