Sabtu, 30 Mei 2020

Bandung Kota Art Deco

- 23 Oktober 2017, 07:53 WIB
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.

BANDUNG, (PR).- Bandung adalah kota yang memiliki banyak koleksi bangunan bertema art deco. Bangunan-bangunan tersebut dibangun pada masa kolonial Belanda. Sebut saja Gedung Merdeka, Gedung Isola, Kantor Bank Indonesia Jawa Barat,  dan masih banyak lagi.

Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil, menjelaskan, ada 418 bangunan bersejarah yang dilindungi di bawah peraturan daerah Kota Bandung. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya yang hanya berjumlah 99 unit.

Hampir seluruh bangunan bertema art deco di Bandung dibangun pada masa kolonial Belanda. Meskipun begitu, ada beberapa bangunan baru yang desain arsitekturnya bertema art deco.

"Bangunan-bangunan baru yang ada di pusat kota, saya suruh desainnya bertema art deco. Tujuannya untuk menambah koleksi art deco sekaligus memperkuat identitas Kota Bandung," tutur Ridwan saat menjawab pertanyaan jurnalis senior Desi Anwar dalam sebuah wawancara di Jalan Asia Afrika, Senin 23 Oktober 2017.

Bagi Ridwan, identitas sebuah kota itu penting untuk memberikan jiwa pada kota itu. "Sebaik-baik masyarakat adalah yang memiliki identitas," katanya. "Bangunan adalah eksistensi budaya," tambahnya.

Oleh karena itu, ia merancang khusus desain di pusat kota mengikuti identitas asalnya, yakni art deco.

"Dulu ada hotel di Braga dengan bangunan yang modern, banyak kacanya. Saya minta desainnya diganti dengan art deco, menyamai bangunan di sekitarnya," tuturnya.

Inovasi regulasi

Guna melindungi gagasan tersebut, Ridwan menuangkannya dalam sebuah inovasi regulasi. Ia juga membentuk tim Cagar Budaya yang terdiri dari 6-9 orang. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu yabg bertugas untuk mem-filter dan memberikan rekomendasi desain bangunan yang ada di Kota Bandung.

"Tim ini memastikan bangunan-bangunan bersejarah itu terproteksi. Kalau ada bangunan baru harus lulus dulu dari tim Cagar Budaya ini," jelasnya.

Halaman:

Editor: Administrator


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X