Populerkan Pencak Silat, Bandung Akan Miliki Kampung Pencak

- 21 Oktober 2017, 05:58 WIB

BANDUNG, (PR).- Kota Bandung akan memiliki Kampung Pencak sebagai pusat kegiatan dan destinasi wisata bertema seni budaya pencak silat. Kampung Pencak akan memperkuat posisi Kota Bandung sebagai puseur budaya.

”Kami dapat dukungan dari Pemkot Bandung. Rencananya kami akan memiliki Kampung Pencak, disediakan satu lahan sehingga seniman, praktisi, dan pecinta pencak silat bisa berkumpul dan melakukan kegiatannya,” ujar Ketua Dewan Pembina Masyarakat Pencak Silat Indonesia Edwin Sanjaya di tengah acara 2nd Temu Pendekar International di Balai Kota Bandung, Sabtu 21 Oktober 2017.

Selain Kampung Pencak, pencak silat juga akan dimasukkan sebagai bagian ekstrakurikuler di tingkat SD dan SMP. Rencana ini merupakan bagian dari pelestarian pencak silat di Kota Bandung, menuju misi penetapan pencak silat sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO.

Sebagai seni bela diri, kata Edwin, pencak silat menjadi yang paling unik berkaitan dengan budaya, seni, musik, yang tidak dimiliki negara lain, termasuk dari segi filosofi dan gerakan yang pada saat acara diramaikan 10 negara yakni dari Belanda, Singapura, Thailand, Belgia, Prancis, India, Nepal, Jepang, Timor Leste, dan Ukraina, serta puluhan paguron seluruh Indonesia. 

Sudah ada 50 negara yang memiliki paguron dan rutin mengikuti kejuaraan dunia pencak silat.

”Dari sisi prestasi sudah tetapi dari seni, sayangnya belum disahkan. Semua sudah kita berikan ke UNESCO, kajian secara ilmiah, sisi historis, dokumentasi, sudah disampaikan. Tinggal doa dan menunggu waktu saja,” ujar Edwin.

Seusai membuka acara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menuturkan, pada awal tahun, ia dan tim Maspi berangkat ke Prancis untuk melakukan presentasi di hadapan para juri UNESCO. Ridwan Kamil diutus pemerintah pusat untuk melobi dan meyakinkan para juri bahwa Pencak Silat layak menjadi warisan dunia.

“Tujuannya supaya tidak diklaim. Makanya kita lakukan timdakan preventif daripada nanti kalau sudah terjadi suka ribut tapi tidak menghasilkan hasil apa- apa. Maka dari sekarang kita daftarkan supaya akhirnya selamanya diakui menjadi milik bangsa ini,” ujarnya.***

Editor: Muhammad Fikry Mauludy


Tags

Artikel Pilihan


Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x