Teka-teki Fosil di Saguling dan Gua Pawon, Mencari Jawaban Area Jelajah Manusia Prasejarah Jawa Bagian Barat

- 23 Oktober 2021, 10:33 WIB
Tim peneliti Institut Teknologi Bandung menemukan fosil binatang dari kelompok Bovidae (sapi, kerbau, dan banteng), Cervidae (rusa), dan Elepha maximus (gajah) di Pulau Sirtwo, waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat.
Tim peneliti Institut Teknologi Bandung menemukan fosil binatang dari kelompok Bovidae (sapi, kerbau, dan banteng), Cervidae (rusa), dan Elepha maximus (gajah) di Pulau Sirtwo, waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat. /Dok. Humas ITB

PIKIRAN RAKYAT - Penemuan fosil hewan di Saguling, Bandung Barat dapat menguatkan interpretasi atas kehidupan manusia Pawon. Simpulan awal itu muncul karena temuan fosil tersebut diperkirakan sejalan dengan periode manusia Pawon yakni 5.600-12.000 tahun lalu.

Penemuan itu pun patut diduga menjadi bukti bahwa cekungan Bandung merupakan kawasan habitat satwa-satwa tempo dulu. Penemuan fosil binatang bukanlah kali pertama di kawasan itu. Bahkan, sejumlah nama binatang dilekatkan pada toponimi atau nama tempat di wilayahnya.

”Berdasarkan laporan dari para geolog yang menemukan dan meneliti di Saguling, fosil tersebut diduga hewan jenis vertebrata (bertulang belakang) untuk famili Bofidae atau sapisapian serta Cervus alias kelompok rusa. Hal ini serupa dengan temuan gigi dan tulang gajah muda yang ditemukan di sekitar Gua Pawon,” kata arkeolog dan peneliti utama Balai Arkeologi Jawa Barat, Lutfi Yondri di Bandung, Jumat 22 Oktober 2021.

Baca Juga: Jalan Pedang nan Panjang Melindungi Karst Citatah Bandung Barat, Bergerak Bersama Meninggalkan Tambang

Lutfi yang selama 18 tahun terakhir meneliti perjalanan manusia prasejarah di Gua Pawon itu menyebut, bisa disimpulkan bahwa wilayah Saguling pada masa tersebut merupakan wilayah jelajah dari manusia Pawon, terutama untuk daerah perburuan.

Hewan-hewan tersebut, besar kemungkinan, hewan buruan manusia prasejarah pada masa tersebut.

Oleh karena itu, dilihat dari umur formasi batuan dan kehidupan, manusia Pawon diperkirakan berada pada era yang sama.

Bagi Lutfi, penemuan itu bisa diartikan berkaitan dengan ruang okupansi dan daya jelajah manusia prasejarah.

Dia berharap, ilmuwan dan arkeolog yang melakukan ekskavasi fosil seperti itu bisa mendapat dukungan penuh dan besar dari pemerintah.

Baca Juga: Berburu di Kebun, Seorang Anak Temukan Fosil Berusia Jutaan Tahun

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X