Lebih 10 Tahun, Ayah Kandung Tega Cabuli Anaknya yang Mengandung Anak Kedua

- 3 Agustus 2017, 09:05 WIB
PETUGAS menunjukkan barang bukti baju korban pencabulan saat gelar perkara di Mapolres Bandung, Jalan Bhayangkara, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis 3 Agustus 2017. Pelaku K (54) mencabuli anak kandungnya yang mengalami keterbelakangan mental, CC (31), sejak sebelas tahun yang lalu. Korban kini mengandung anak keduanya yang berusia tujuh bulan. Anak pertama korban usia 11 tahun ternyata merupakan pencabulan ayah kandungnya.*

Entah apa yang berada dalam pikiran KY (54) warga Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. Berdalih khilaf, dia tega menggauli anak kandungnya sendiri berinisial CC (31). Tindakan bejat KY yang tega mencabuli anak kandungnya sendiri ini, rupanya sudah berlangsung lama. Hal itu berdasarkan bukti bahwa korban sudah mempunyai anak laki-laki berusia 11 tahun akibat tindakan asusila sang ayah kandungnya itu.

Terbongkarnya kasus asusila ayah kandung ini diawali dari adanya laporan yang disampaikan kerabat keluarga tersangka kepada pihak kepolisian. Dalam laporan itu, korban diduga mengalami tindakan asusila oleh seseorang sehingga CC pun saat ini mengandung janin berusia 7 bulan.

Diungkapkan KBO Reserse Kriminal Polres Bandung Tri Wahyu saat ditemui di Mapolres Bandung, Jalan Bhayangkara, Soreang, Kamis 3 Agustus 2017, saat polisi menerima laporan masyarakat itu, polisi pun langsung melakukan pendalaman kasus. Dalam  pendalaman kasus asusila ini, polisi memeriksa beberapa orang saksi, termasuk ayah kandung korban. Tidak disangka, ternyata dari hasil pemeriksaan kepolisian itu, polisi mendapatkan keterangan yang sangat mengejutkan yang disampaikan korban. Janin yang selama ini dikandung korban merupakan hasil perbuatan asusila ayahnya sendiri.

"Korban memang mengalami keterbelakangan mental. Sehingga pada saat pemeriksaan kepolisian terhadap korban, kami melakukan penanganan khusus. Pada saat dimintai keterangannya, korban akhirnya menjelaskan bahwa pelaku yang melakukan tindakan asusila itu adalah ayahnya sendiri," ungkap Tri.

Berdasarkan hasil keterangan yang disampaikan korban, akhirnya polisi pun menangkap pelaku tanpa ada perlawanan di kediamannya.

Trauma berat

Diperoleh keterangan juga, lanjut Tri, bahwa tersangka pun pernah melakukan hal tidak senonoh kepada korban. Sehingga korban pun mempunyai anak laki-laki yang saat ini berusia 11 tahun. "Dengan demikian, janin yang saat ini berada dalam kandungan korban merupakan anak kedua dari tindakan asusila tersangka terhadap korban," ucap Tri seraya menambahkan tersangka sudah beberapa kali melakukan tindakan asusila kepada korban. 

Berdasarkan informasi tersebut, lanjut Tri, pelaku sudah menyetubuhi korban sejak korban berusia 20 tahun. Pelaku pun melakukan tindakan asusila tersebut di rumahnya sendiri saat istri dan anak sulungnya sedang tidak berada di rumah.

"Dari keterangan yang disampaikan korban dan pelaku ini, tindakan (asusila) pelaku dilakukan di rumahnya sendiri saat penghuni rumah lainnya tidak ada. Korban tidak bisa melakukan perlawanan karena korban mengalami keterbelakangan mental. Korban juga mengalami trauma berat," ucap dia.

Sementara itu, tersangka KY mengaku, dirinya tidak mempunyai niatan untuk menyetubuhi anaknya sendiri. Tersangka beralasan, dirinya tega menyetubuhi anak bungsu dari dua bersaudara ini karena khilaf. Dia pun mengaku, tindakan asusilanya itu dilakukan di rumahnya setelah istri dan anak sulungnya tidak berada di rumah.

Halaman:

Editor: Ecep Sukirman


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Mikrofon Id

PLN Turunkan Tarif Listrik

1 Oktober 2020, 20:27 WIB
X