Inggris Hadapi Seruan untuk 'Plan B' Saat Kasus Harian Covid-19 Capai Angka Tertinggi dan Kian Meningkat

- 19 Oktober 2021, 16:56 WIB
Ilustrasi. Para ilmuwan mendesak pemerintah Inggris untuk kembali menerapkan pembatasan sosial di tengah kasus harian Covid-19 yang kian meningkat.
Ilustrasi. Para ilmuwan mendesak pemerintah Inggris untuk kembali menerapkan pembatasan sosial di tengah kasus harian Covid-19 yang kian meningkat. /Pixabay/fotofan1

PIKIRAN RAKYAT- Pemerintah Inggris didesak oleh para ilmuwan untuk kembali memberlakukan pembatasan sosial serta mempercepat program vaksinasi di tengah infeksi Covid-19 yang terus meningkat di negara tersebut.

Dilaporkan, pada Senin, 18 Oktober 2021, Inggris mencatat 49.156 kasus Covid-19 harian baru, yang merupakan jumlah terbesar sejak pertengahan Juli, dan menjadikannya yang tertinggi di Eropa.

Diketahui, infeksi harian Covid-19 baru di Inggris selama satu minggu terakhir rata-rata bertambah 43.000 kasus per hari, meningkat 15 persen pada pekan sebelumnya.

Baca Juga: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual 3 Anak di Luwu Timur, Polisi Didesak Lakukan Sejumlah Hal

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari laman The Washington Post, Kantor Statistik Nasional Inggris pada pekan lalu memperkirakan bahwa 1 dari 60 orang di negara itu terpapar Covid-19, salah satu tingkat tertinggi yang terlihat selama pandemi.

Perdana Menteri Boris Johnson pada bulan Juli lalu, mencabut semua pembatasan hukum yang telah diberlakukan lebih dari setahun sebelumnya untuk memperlambat penyebaran Covid-19, termasuk penggunaan masker di dalam ruangan dan aturan jarak sosial.

Selain itu, klub malam dan tempat ramai lainnya pun diizinkan buka dengan kapasitas penuh, dan orang-orang tidak lagi disarankan untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan.

Baca Juga: Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad Mengundurkan Diri

Meski pada awalnya kasus di Inggris mulai menurun pasca pembatasan itu dicabut, namun baru-baru ini, infeksi itu mulai kembali meningkat.

Halaman:

Editor: Arman Muharam

Sumber: The Washington Post


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X