Ekspedisi NKRI 2017 Jelajahi Kekayaan Alam Papua Bagian Selatan

- 7 Juli 2017, 10:37 WIB
Kepala Staf TNi Angkatan Darat Mulyono menyimak penjelasan tentang ekspedisi NKRI di Kompleks Pusdikpasus Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 7 Juli 2017. Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 diikuti 797 peserta.*

NGAMPRAH, (PR).- Sebanyak 797 peserta Ekspedisi Negara Kesatuan RepubIik Indonesia Koridor Papua Bagian Selatan Tahun 2017 diberangkatkan dari Pusat Pendidikan Pasukan Khusus, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 7 Juli 2017. Pelepasan rombongan tersebut dilakukan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Mulyono.

Dalam sambutannya, Mulyono mengungkapkan, rombongan ekspedisi akan bertugas selama empat bulan di Papua bagian selatan yang terbagi ke dalam dua korwil, yakni Merauke dan Bogen Divul. Mereka akan melintasi gunung, hutan, rawa, dan pantai untuk melakukan pemetaan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ada tiga hal utama yang menjadi tujuan ekspedisi ini, yaitu penelitian, pendataan, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga aspek tersebut diharapkan bisa bersinergi untuk membangun bangsa dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya dalam upacara pembukaan ekspedisi.

Ekspedisi NKRI tahun ini, lanjut dia, merupakan yang ketujuh kalinya digelar. Ekspedisi tak hanya diikuti oleh anggota TNI, tetapi juga kepolisian, organisasi pemuda, akademisi, dan berbagai kelompok masyarakat.

Dipilihnya koridor Papua bagian selatan untuk ekspedisi tahun ini disebabkan wilayahnya yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman budaya. Mengusung tema Peduli Masyarakat dan Lestarikan Alam Indonesia, ekspedisi kali ini diharapkan  dapat mendorong seluruh komponen bangsa, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal Indonesia dengan berbagai keragaman hayati dan sosialnya, agar kecintaan terhadap tanah air semakin meningkat.

“Di Papua bagian selatan, kami harap peserta ekspedisi bisa memetakan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada serta menemukan solusi terhadap berbagai problem yang dihadapi masyarakat setempat,” katanya.

Dia menambahkan, hasil ekspedisi tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, baik yang menyangkut ilmu pengetahuan maupun untuk mendukung pengambilan kebijakan oleh pemerintah. Dia berharap agar ekspedisi tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Dari ekspedisi sebelumnya, masih banyak potensi sumber daya alam dan manusia yang belum teridentifikasi serta banyak masalah yang belum terselesaikan. Ekspedisi kali ini diharapkan bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujarnya. 

Halaman:

Editor: Cecep Wijaya Sari


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X