Selasa, 25 Februari 2020

Musim Panas di Mekkah, Jemaah Haji Harus Jalani Kiat Ini

- 6 Juli 2017, 03:16 WIB
PEDAGANG melayani calon jemaah haji yang membeli perlengkapan di halaman Masjid Agung Al Fathu, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung, Kecamatan Soreang, Kamis, 6 Juli 2017. Para pedagang dari beberapa daerah memanfaatkan momen pembekalan manasik haji massal untuk menawarkan barang dagangannya mulai dari pakaian hingga perlengkapan untuk ibadah haji.*

SOREANG,(PR).- Jemaah haji Jawa Barat termasuk dari Kabupaten Bandung akan mulai diberangkatkan pada 27 Juli mendatang. Pelaksanaan haji tahun ini masih bertepatan dengan musim panas, sehingga jemaah harus memperhatikan beberapa hal untuk terhindar dari serangan panas yang menyengat.

"Jemaah disarankan untuk membawa peralatan antisipasi musim panas seperti payung, tempat air minum, masker, dan semprotan air," kata Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Bandung, Riantini. Ia ditemui saat pembukaan manasik haji Kabupaten Bandung, di Masjid Agung Alfathu, Kamis, 6 Juli 2017.

Pembukaan manasik dilakukan Bupati Bandung Dadang M. Naser dihadiri Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Jabar Hamdani Romdony, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung Dah Saefullah, dan Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung Yayan Hasuna Hudaya. Sebanyak 2.589 jemaah termasuk tujuh orang Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) diberangkatkan ke tanah suci pada tahun ini.

"Meski tidak merasa haus, namun jemaah harus tetap minum. Kami sarankan agar minum setiap setengah jam minimal setengah gelas," kata Riantini.

Dia menambahkan, untuk memudahkan minum air secara teratur sehingga jemaah diharapkan membawa botol minuman ketika keluar dari maktab. "Tingkat kelembapan di tanah suci sangat rendah meski panas menyengat sehingga kadang tak terasa haus. Kalau jemaah tidak minum teratur setiap 30 menit dikhawatirkan terkena serangan panas," ujarnya.

Selain itu, ketika keluar maktab saat matahari bersinar diharapkan membawa payung dan semprotan air untuk mengantisipasi cuaca panas. "Jangan lupa pakai masker di mulut untuk mencegah penyebaran penyakit karena jemaah sangat padat," katanya yang menambahkan suhu di tanah suci saat haji bisa di atas 40 derajat Celcius.

10 tahun ke depan

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menyampaikan, rentang 10 tahun ke depan diperkirakan musim haji bertepatan dengan cuaca terpanas dalam satu tahun di Arab Saudi.

"Mulai dari saat ini melakukan latihan fisik seperti jalan kaki karena ibadah haji banyak berhubungan dengan jalan. Seperti tawaf, sai, maupun perjalanan ke Masjidilharam dan Masjid Nabawi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Achmad Kustijadi. Oleh karena itu, penting sekali mempersiapkan fisik yang prima untuk beribadah haji.***

Halaman:

Editor: Sarnapi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X