Minggu, 7 Juni 2020

Persiapan Mudik Lebaran 2017, Pemerintah Siapkan Strategi di Titik Kritis

- 25 Mei 2017, 11:11 WIB

BANDUNG,(PR).- Dinas Perhubungan Jawa Barat bersama Dirlantas Polda Jabar, TNI, serta pihak-pihak terkait sudah mulai merumuskan strategi mudik Lebaran 2017. Seperti diketahui Jawa Barat merupakan wilayah lintasan maupun tujuan jutaan warga yang melakukan mudik Lebaran tahun ini.

"Ini merupakan misi kemanusiaan, kita harus punya startegi di lapangan. Kami sudah bordinasi dengan dirlantas Polda Jabar, Basarnas, dan Diskominfo. Kami sudah rapat kordinasi mudik lebaran, Rabu kemarin," kata Dedi Taufik Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Kamis, 25 Mei 2017.

Secara garis besar, kata dia, dalam strategi pengaturan arus mudik lebaran nanti, pihaknya tidak hanya mengantisipasi arus mudik di Jabar saja. Pihaknya pun bekerja sama dengan pihak Jawa Tengah selaku wilayah tetangga yang singgungan.

Dedi pun menuturkan, dalam pengaturan arus mudik pada strategi nanti pihaknya sudah menentukan titik-titik kritis. Yang pertama di Cikarang Utama, di sana itu menuju km 66 ada pembagian arus yaitu ada yang ke Cipali (pantura) dan ke selatan. Di km 72 Cikopo ada posko pengatur diarahkan pada korlantas untuk antisipasi.

Kemudian di jalur Cileunyi kata dia, ada pembagian arus ke arah tegah dan selatan. Selain itu, arus Ciawi ada yang ke Puncak dan Sukabumi. "Di sana ktiris dan sumber kemacetan, di sana akan ada pager betis," ucap dia.

Di Pantura pun, kata dia, ada beberapa simpul kemcetan baik pasar tumpah, SPBU, rumah makan dan U turn itu sudah diantispasi terkait cara bertindak di masing-masing simpul kemacetan.

"Kami sudah siap lalu litas dan sarana dan prasanara H-14 sudah terpasang. Kemudian juga dari menkes apabila ada kemacetan diharapkan ada mobilisasi roda dua masuk dan dikawal polisi masuk jalan tol antisipasi (masalah kesehatan). Kaitannya SPBU mini dalam kalengan itu harus disiapkan untuk antisipasi antrean. Yang penting bagi saya perlu ada gerakan para pemudik  harus menyiapkan kendaraan bbm dan makanan di kendaraan sehingga di lapangan akan lebih baik lagi," kata dia.

Jalur alternatif

Di sisi lain, kata dia, pihaknya sudah melakukan survei jalur alternatif. Mereka meminta agar pemasangan PJU dikebut sehingga H-14 sudah menyala begitupula dengan rambu-rambu portabel.

"Hal itu penting karena warga yang masuk jalur alternatif mereka kebanyakan tidak paham soal geometrik jalan, rambu-rambu porabel bisa mengantisipasinya. Selain itu kita perbaiki beberapa titik warning light di jalan nasional maupun provinsi dan trafic light, kemudian cctv, dan kerja sama dengan media berikan info," ujar dia.

Halaman:

Editor: Novianti Nurulliah


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X