SOREANG, (PR).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung masih menetapkan siaga bencana banjir. Meskipun demikian, peningkatan status kebencanaan dapat berubah setiap saat jika kondisi banjir semakin meluas dan parah sehingga berdampak pada aspek sosial.
Demikian diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Tata Irawan saat mengevakuasi beberapa warga terdampak banjir di Kampung Cijagra Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Rabu 8 Maret 2017.
"Untuk sementara saat ini, status kebencanaan saat ini masih siaga bencana. Kita akan lihat perkembangan hari ini seperti apa. Jika banjir naik lagi, besar kemungkinan ini akan naik statusnya menjadi tanggap darurat bencana," ungkap Tata.
Oleh-oleh tadi pagi di sekitar Dayeuhkolot Kabupaten Bandung yang macet total karena banjir... pic.twitter.com/pEYpOhooui
— Pikiran Rakyat (@pikiran_rakyat) March 8, 2017
Jika status tanggap darurat ditetapkan, dijelaskan Tata, maka BPBD Kabupaten Bandung akan membuka dapur umum untuk warga terdampak banjir dan menyiapkan berbagai fasilitas serta hal-hal lainnya untuk kebutuhan kebencanaan berkoordinasi dengan instansi lain di Pemerintah Kabupaten Bandung dan Provinsi Jawa Barat.
"Kalau cuaca terus berkembang seperti ini, terjadi hujan intensitas sedang hingga tinggi, maka besar kemungkinan kita akan tingkatkan status kebencanaannya menjadi tanggap darurat bencana dengan melihat berbagai faktor," tutur dia.
Tata Irawan juga menyebut bahwa pada banjir yang meluas itu, BPBD telah mengevakuasi 12 warga terdampak banjir yang membutuhkan pertolongan evakuasi. Evakuasi yang diprioritaskan, lanjut Tata, sebetulnya semua warga terdampak banjir ini menjadi prioritas, termasuk di antaranya warga lanjut usia, anak-anak, ibu hamil, dan orang sakit yang ingin mengungsi ke posko pengungsian.***
Masih tadi pagi, masih dari Bandung selatan. Tepatnya di depan Unilon Baleendah. Luar biasa besar banjirnya kalo sampe ke sini, Lur :( pic.twitter.com/SIxtcHLzbW
— Pikiran Rakyat (@pikiran_rakyat) March 8, 2017
Artikel Pilihan