NGAMPRAH, (PR).- Banjir bandang akibat luapan Sungai Cidadap menerjang permukiman warga di tiga desa, yakni Sirnajaya, Gununghalu, dan Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 23 Februari 2017 sekitar pukul 14.30. Banjir yang dipicu hujan lebat ini juga memutus akses jembatan penghubung Desa/Kecamatan Gununghalu dan Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Informasi yang dihimpun, banjir menerjang rumah-rumah warga dengan ketinggian sekitar 3 meter. Selain permukiman warga, banjir juga merendam areal pertanian warga.
Hingga pukul 19.00 WIB, dilaporkan bahwa banjir bandang menerjang permukiman warga yang dihuni sekitar 120 jiwa dari 28 keluarga di Komplek Montaya, Kampung Tangsi, dan Kampung Pasanggrahan, Kecamatan Gununghalu. Sementara jembatan penghubung Gununghalu-Ciwidey hampir ambruk, sehingga tidak bisa dilewati.
Dadan Supardan, Anggota DPRD Dapil 3 KBB (Cipongkor, Sindangkerta, Gununghalu, Rongga) mengungkapkan, hingga semalam pihaknya masih menghimpun total warga yang terdampak banjir bandang. Menurut dia, banjir berasal dari Sungai Cidadap yang meluap akibat hujan deras.
"Banjir meluap ke permukiman warga di Desa Sirnajaya, Gununghalu, dan Bunijaya. Kami masih menghimpun data, mudah-mudahan banjir tidak meluas," ujarnya.
Semalam, pihaknya masih melakukan pendataan mengenai total warga yang terdampak banjir serta kerusakan akibat banjir bandang. Namun, petugasnya telah membawa bantuan logistik untuk para korban.
"Kami baru sampai ke lokasi malam hari. Sudah kami bawa makanan, tikar, selimut, dan lainnya untuk para korban. Sementara, kami masih mendata para korban yang terdampak dan yang mengungsi," katanya.
Untuk diketahui, Sungai Cidadap biasa dimanfaatkan untuk mengairi sawah di Kecamatan Gununghalu, dan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Dalam keadaan normal debit airnya sebesar 3000 liter perdetik. Saat banjir, debit air bisa mencapai 5000 sampai 7000 liter per detik.
Artikel Pilihan