Minggu, 8 Desember 2019

Kecepatan Informasi Harus Diimbangi dengan Ketepatan

- 22 Februari 2017, 08:01 WIB
GUBERNUR Jabar Ahmad Heryawan menyalami delegasi peserta International Conference, The 5th Annual Meeting International Broadcasting Authority Forum (Ibraf) 2017 usai jamuan makan malam di Gedung Sate, Selasa, 22 Februari 2017.*

BANDUNG,(PR).- Tema konvergensi media yang menjadi bahasan utama OIC Broadcasting Regulathory Authority Forum (IBRAF) tahun ini sangat relevan dan menjadi kebutuhan masyarakat saat ini. Hal itu seiring dengan transformasi teknologi komunikasi informasi dari era konvensional menuju era digital.

Demikian diungkapkan Gubernur Jawa Barat dalam Pembukaan International Conference “Media for World Harmony” and The 5th Annual Meeting of the OIC Broadcasting Regulatory Authorities Forum (IBRAF) di Ballroom Trans Luxury Hotel Bandung, Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung, Rabu, 22 Februari 2017.

Menurut dia, konvergensi media tersebut sejalan dengan yang apa yang diramalkan oleh Marshall McLuhan dalam karyanya The Medium is The Message. Selain mesin yang tumbuh berkembang dan transformasi teknologi informasi, media massa pun menghantarkan perubahan di masyarakat. Perubahan dari masyarakat konvensional menuju masyarakat informasi, yang mana landasan berperilakunya bergantung akses dan pasokan informasi.

Munculnya ruang siber media, kata dia, merupakan lompatan kualitatif setiap orang dalam hal pencarian, mengakses, memproduksi, dan bereaksi terhadap informasi yang diterima.    

"Ini jelas memperluas akses ke alat komunikasi era digital melalui teknologi komunikasi, sehingga segalanya lebih partisipatif. Selain itu, peran produsen dan penerima informasi pun diacak, sehingga lebih banyak masyarakat yang juga mampu berperan membentuk pesan komunikasi dan ini membuktikan proses timbal balik kian kental dalam komunikasi global saat ini," ujar dia.

Namun jika pesan tidak dikelola secara baik dan benar, khususnya oleh para pengelola media penyiaran, maka bisa dengan mudah tercipta kondisi chaos informasi di masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan kompetensi para wartawan, editor, hingga divisi bisnis. Sehingga kecepatan informasi bisa berbanding lurus dengan ketepatan dan kebermanfaatan informasi tersebut di lapangan. Demikian pula dengan perlunya penguatan literasi media, khususnya kepada masyarakat pengguna media massa. 

Pada kesempatan itu, Heryawan mengapresiasi jajaran pengurus IBRAF, atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah konferensi internasional dan pertemuan tahunan ke-5 IBRAF. Dipilihnya Kota Bandung sebagai tuan rumah acara yang sangat bergengsi dan dihadiri oleh para tamu penting dari dalam dan luar negeri ini menambah deretan peristiwa bersejarah tingkat dunia yang pernah digelar di Kota Bandung, seperti Konferensi Asia  Afrika pertama tahun 1955 yang melahirkan Bandung Spirit serta berbagai perhelatan penting lainnya, termasuk acara Peringatan 60 Tahun KAA tahun 2015 yang dihadiri oleh 32 Kepala Negara-Kepala Pemerintahan dan 86 utusan Negara, dengan menghasilkan tiga dokumen utama yaitu Bandung Message, Penguatan Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika (New Asian-African Strategic Partnership/ NAASP), dan Deklarasi Palestina.

"Kami bersama stakeholders terkait berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh acara ini hingga tuntas,         dengan harapan semua rangkaian acara berjalan lancar dan sukses, serta dapat menghasilkan visi besar bersama untuk membangun penyiaran yang menghibur secara sehat, informatif, edukatif, menghormati keragaman dan hak asasi manusia, menunjung tinggi objektivitas, serta mengedepankan pesan-pesan kedamaian dan kesejukan, sehingga bermuara pada terbangunnya karakter warga dunia dan keharmonian global," tuturnya.***



Editor: Novianti Nurulliah

Tags

Komentar

Terkini

X