#KlipingPR Tragedi Longsor Sampah di TPA Leuwigajah

- 21 Februari 2017, 16:07 WIB
DIIRINGI tatapan mata ratusan warga yang menonton evakuasi, salah seorang korban tewas digotong warga setelah ditemukan petugas penyelamat di bawah puing-puing rumahnya yang tertimbun gunungan sampah di kampung Cilimus, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung, sekitar pukul 14.30 WIB, Selasa 22 Februari 2005.*

AKIBAT guyuran hujan selama dua hari berturut-turut, gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Leuwigajah di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi longsor dan menimbun perumahan penduduk.

Akibatnya, puluhan rumah di Kampung Cilimus dan Kampung Gunung Aki, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung serta Kampung Pojok, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, tertimbun longsoran jutaan kubik sampah.

Tragedi yang cukup ironis itu terjadi Senin 21 Februari 2005 dini hari. Peristiwa ini menggegerkan masyarakat Indonesia, bahkan dunia, dan menyadarkan banyak pihak tentang pentingnya pengelolaan sampah agar tak menjadi bumerang bagi manusia sebagai produsen sampah itu sendiri. Untuk mengenang peristiwa itu, maka setiap tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Harian Umum Pikiran Rakyat mencatat secara lengkap peristiwa itu, serta perkembangannya hingga tiga hari setelah kejadian itu. Berikut adalah sejumlah catatan penting tentang tragedi itu yang disajikan dalam bentuk linimasa.

loading...

Senin 21 Februari 2005

  • Hujan mengguyur selama dua hari berturut-turut sebelum kejadian
  • Hujan lebat terjadi sejak Minggu 20 Februari 2005 petang hingga tengah malam
  • Timbunan sampah di TPA Leuwigajah longsor sekitar pukul 2.00 WIB, saat warga tertidur lelap. Tinggi gunungan sampah mencapai 50-70 meter.
  • Longsor menimpa puluhan rumah di dua wilayah, Kabupaten Bandung (sekarang masuk wilayah Kabupaten Bandung Barat) dan Kota Cimahi. Persisnya lokasi yang tertimbun sampah berada di Kampung Cilimus dan Kampung Gunung Aki, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung; serta Kampung Pojok, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
  • Permukiman yang terkena longsoran sampah terseret hingga sekitar 1 kilometer jauhnya.
  • Dugaan awal, 141 jiwa meninggal.
  • Hingga Senin malam, baru dtemukan 29 jenazah.
  • Gubernur Jabar Danny Setiawan: Penimbunan sampah dari wilayah Bandung raya ke TPA Leuwigajah dihentikan.
  • Data UPTD Kebersihan Kota Cimahi: Luas TPA Leuwigajah 25,1 hektare; digunakan sejak 1987; sampah yang masuk setiap hari sekitar 3.800 m3; Sistem pengelolaan sampah open dumping atau buang lalu timbun.

Selasa 22 Februari 2005

  • Jumlah jenazah yang ditemukan sebanyak 27 orang. Diperkirakan jumlah korban tewas mencapai 64 orang.
  • Korban yang ditemukan disemayamkan di Masjid Al-Hidayah.
  • Proses evakuasi jenazah terganjal medan yang sulit.
  • Warga yang selamat diungsikan di empat ruang kelas di SDN 2 Batujajar. Para siswa di SD itu diliburkan.
  • Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Alwi Shihab dan Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsah berkunjung ke lokasi kejadian.
  • Polda Jabar melakukan penyelidikan atas kejadian luar biasa itu.
  • Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung, KH Yayat
  • Ruhiyat Sirodj mengimbau dan mengajak seluruh umat Islam untuk melakukan doa bersama
  • Warga Kampung Cilimus, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung yang rumahnya tertimpa longsoran sampah akan menuntut pengelola TPA Leuwigajah ke pengadilan. 

Halaman:

Editor: Deni Yudiawan


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X