Pakar Geologi: Jembatan Cisomang Perlu Rekayasa Teknologi

- 23 Desember 2016, 12:01 WIB
Kendaraan melintas di jembatan Tol Cisomang KM 100+700 di ruas tol Purbaleunyi, Kabupaten Purwakarta, Jumat, 23 Desember 2016. Pilar kedua Jembatan tersebut mengalami pergeseran (deformasi) melebihi batas izin yang disyaratkan. Untuk mengambil. Langkah pencegahan, dilakukan pengalihan arus lalu lintas untuk membatasa beban arus lalu lintas jembatan Cisomang.*

BANDUNG,(PR).- Penerapan rekayasa teknologi dinilai bisa mengatasi permasalahan Jembatan Cisomang yang retak, untuk sementara. Solusi lebih jauh, jalur tersebut bisa dipindahkan ke wilayah yang bukan di tanah yang bergerak.

Hal tersebut diungkapkan pakar Geologi dari ITB dan IAGI Prof Lambok Hutasoit. Ia mengatakan, retaknya atau terjadinya pergeseran horizontal di jalan tol Km 100+700 tersebut merupakan dampak terjadinya pergerakan tanah tempat bertumpunya pilar-pilar jalan tol tersebut. Hal itu merupakan hasil dari pemetaan geologi kawasan sepanjang jalan tol Purbalenyi tersebut.

"Nanti saya ke lapangan. Tapi secara geologi, di bawahnya memang harus hati-hati. Di sana (KM 100+700) karakternya sama dengan KM 93 yang dulu pernah longsor. Sampai sekarang masih ada dinding penahan di sana agar tidak bergerak tapi masih bergerak juga,"kata Lambok yang dihubungi, Jumat 23 Desember 2016.

Dia menjelaskan, Karakter tanah di bawah bentangan jalan tol KM 100+700 Purbaleunyi berada dalam kawasan Formasi Jatiluhur yang memiliki karakter tanah yang labil sehingga bisa bergerak.

Meski demikian, kata dia, perlu diteliti lebih lanjut untuk selanjutnya mengeluarkan rekomendasi. Untuk sementara, dia yakin dengan rekayasa teknologi permasalah tersebut bisa diatasi.

Sebelumnya diketahui, tiang Jembatan Cisomang di km 99 Tol Cipularang retak dan sudah bergeser sepanjang 57 centimeter. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memastikan secara teknis jembatan sudah tak aman dilalui.

Langkah awal antisipasi pun diambil, antara lain melarang kendaraan golongan II sampai V dilarang melintas, sementara golongan I dibolehkan.***

Editor: Novianti Nurulliah


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X