KSAD Pertimbangkan Lahan TNI untuk Tempat Pendidikan

- 21 Desember 2016, 15:00 WIB
KEPALA Staf TNI Angkatan Darat, Mulyono, meninjau ruangan baru pada acara peresmian gedung baru Fakultas Psikologi Universitas Jendral Ahmad Yani, Jalan Terusan Jenderal Sudirman, Kota Cimahi, Rabu 21 Desember 2016. Pembangunan gedung tersebut sebagai dukungan Yayasan Eka Paksi terhadap besarnya animo masyarakat yang berminat kuliah di jurusan psikologi.*
KEPALA Staf TNI Angkatan Darat, Mulyono, meninjau ruangan baru pada acara peresmian gedung baru Fakultas Psikologi Universitas Jendral Ahmad Yani, Jalan Terusan Jenderal Sudirman, Kota Cimahi, Rabu 21 Desember 2016. Pembangunan gedung tersebut sebagai dukungan Yayasan Eka Paksi terhadap besarnya animo masyarakat yang berminat kuliah di jurusan psikologi.*

CIMAHI, (PR).- Kepala Staf TNI AD (KSAD) Mulyono memberi sinyal pemanfaatan lahan yang dikelola TNI untuk pengembangan kebutuhan sarana pendidikan. Hal itu sebagai kontribusi TNI dalam membangun pendidikan untuk kepentingan bangsa dan negara. Demikian diungkapkan Mulyono, usai peresmian gedung Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Jalan Terusan Sudirman Kota Cimahi, Rabu 21 Desember 2016. "Masih ada lahan TNI AD yang belum dimanfaatkan, tidak ada salahnya diberikan. Karena untuk kepentingan bangsa dan negara, tanah milik negara digunakan untuk mencerdaskan bangsa dan negara," ujarnya. Ia mengapresiasi pemgembangan pendidikan yang dilakukan Unjani dibawah naungan Yayasan Kartika Eka Paksi. Rencana pembangunan di bidang pendidikan tidak akan berhenti. Bidang psikologi, lanjut Mulyono, menjadi salah satu aspek yang penting dalam aspek mencari kompetensi yang paling dibutuhkan dalam kehidupan bernegara. "Jika seseorang ingin masuk instansi, seperti TNI atau kenaikan pangkat, harus melewati tes psikologi. Mudah-mudahan lulusan Psikologi Unjani semunya berkualitas, apalagi ada pendidikan psikologi militer yang menjadi keunggulan Unjani," katanya. Rektor Unjani Witjaksono mengatakan, salah satu indikasi perkembangan dan kemajuan Unjani dapat dilihat dari semakin meningkatnya minat calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan di Unjani. "Perkembangan keilmuan di Unjani senantiasa diarahkan pada kontribusi optimal bernuansa TNI AD sehingga menjadikan Unjani sebagai dapur ilmiah dan teknologi TNI AD," ujarnya. Besarnya animo masyarakat terhadap pendidikan di Unjani menjadi tantangan saat sarana prasana terbatas. "Keterbatasan lahan berpengaruh pada kurangnya daya tampung mahasiswa karena sulitnya pengembangan bangunan. Diperparah dengan terdampaknya sebagian lahan dan bangunan Unjani oleh pembangunan kereta cepat Bandung-Jakarta yang pembangunannya sedang dilakukan yang tidak sempat terpikirkan sebelumnya. Dengan proyek nasional tersebut, upaya Unjani menuju kampus hijau yang representatif akan menemukan hambatan," tuturnya. Semangat untuk membangun Unjani yang harmonis antara pimpinan universitas, pimpinan YKEP, dan pimpinan TNI AD merupakan modal berharga untuk pengembangan Unjani. "Kami terus berbenah diri dengan dukungan besar dari TNI AD dan YKEP yang memberi kekuatan. Gedung baru menjadi semangat baru dalam membangun Unjani lebih baik," katanya.***

Editor: Ririn Nur Febriani


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X