Minggu, 15 Desember 2019

Serunya Wisata Kuliner Jalan Cikapundung Kota Bandung

- 21 Desember 2016, 05:05 WIB

SUNGAI Cikapundung kabarnya menjadi salah satu alasan mengapa Deandels memindahkan ibu Kota Bandung dari Dayeuhkolot ke Alun-alun. Dalam perkembangannya, Jalan Cikapundung yang terletak di sekitar Alun-alun Bandung dan mengapit salah satu bagian Sungai Cikapundung, menjadi jalan yang ramai, mulai pagi hingga dini hari. 

Saat petang tiba, wajah ruas Jalan Cikapundung berubah. Dari yang awalnya disibukkan oleh aktivitas perkantoran dan lalu lalang kendaraan, saat petang hingga dini hari, tenda-tenda kaki lima yang menawarkan aneka kuliner bermunculan di sepanjang sisi jalan tersebut. Jumlahnya puluhan. 

Untuk pelaku wisata kuliner atau sekadar pendamba rasa lezat, ini tentu kesempatan yang tak boleh dilewatkan. Apalagi, letaknya yang benar-benar berada di tengah kota, cukup strategis didatangi. Ketika berjalan-jalan di sekitar Alun-alun kemudian perut minta diisi, coba datang ke ruas jalan sepanjang 200 meter ini. 

Di mulut jalan, tenda kuliner sop kaki, sea food, soto bening, dan kacang rebus siap ”menyambut”. Jalan sedikit ke arah dalam, varian­nya lebih banyak lagi. Mulai dari cilok yang mengusung konsep unik, olahan ceker kekinian, nasi timbel, mi ayam, bakso, cuanki, ayam bakar, hingga kuliner daerah seperti sate padang, lamang tapai, serta menu khas Pandeglang, Banten. 

”Biasanya kalau ke sini, saya mencari sate padang. Kalau sedang bosan, ya coba warung tenda yang lain. Pilihannya cukup banyak, tinggal jalan kaki dari Alun-alun Bandung,” ucap Dinda (29), warga Bandung yang sedang menyantap sate padang Datuk di Jalan Cikapundung. 

Jalan Cikapundung pada awalnya terdiri atas dua ruas, yaitu Jalan Cikapundung Timur dan Jalan Cikapundung Barat. Tahun lalu, nama Jalan Cikapundung Timur berubah menjadi Jalan Ir. Soekarno. Jadi, ketika orang menyebut nama Jalan Cikapundung, yang dimaksud adalah Jalan Cikapundung Barat. 

Secara umum, warung-warung tenda di ruas jalan tersebut tidak berukuran besar. Sehingga, kenyamanan makan menjadi faktor nomor sekian saat berwisata kuliner di ruas jalan ini. Akan tetapi, aroma masakan yang menyembul dari setiap warung tenda saat kita berjalan melewatinya, cukup menjadi ajakan ampuh bagi lidah untuk sekadar mampir dan mengecap rasa. Yuk, menjajal kuliner di Cikapundung.

 

Kuliner Khas Pandeglang Bu Sumi  degan Cara Santap yang Unik


Halaman:

Editor: Endah Asih Lestari

Tags

Komentar

Terkini

X