Kontingen Porsadin Kota Bandung Targetkan Juara Umum

- 20 Desember 2016, 09:03 WIB

BANDUNG, (PR).- Kota Bandung akan mengirimkan perwakilan terbaiknya pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Antardiniyah (Porsadin) tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan digelar di Cianjur pada 21-22 Desember 2016 mendatang. Para peserta dilepas langsung Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial di Ruang Serba Guna Balai Kota Bandung, Selasa 20 Desember 2016. Kontingen Kota Bandung akan mengirimkan 36 peserta yang akan mengikuti seluruh cabang lomba yang dipertandingkan antara lain tahfidz Quran, murattal wal imla (membaca Alquran kemudian menuliskannya dengan cara didiktekan tanpa melihat teks aslinya), pidato bahasa Arab, pidato bahasa Indonesia, puisi islami, kaligrafi, cerdas cermat, lari sprint, futsal, dan qasidah. Khusus untuk kotes qasidah, akan diikuti oleh guru-guru dinniyah. Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Bandung Jaka Muhlis menyatakan, para peserta telah dipilih melalui tahap penyeleksian di tingkat Kota Bandung. Mereka dijaring dari madrasah-madrasah diniyah takmiliyah di seluruh wilayah Kota Bandung. ”Peserta yang akan berangkat mendapatkan prestasi terbaik dari ratusan bahkan ribuan santri Kota Bandung. Inilah santri terbaik yang akan mewakili Kota Bandung di tingkat Provinsi Jawa Barat,” kata Jaka. Pada ajang ini, peserta akan didampingi 30 orang anggota tim pembantu yang terdiri atas 10 pendamping, 10 koordinator lomba, dan 10 ofisial. Tim itu dikoordinasikan oleh FKDT Kota Bandung di bawah binaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Bandung. Tak tanggung-tanggung, mereka menargetkan untuk meraih juara umum pada ajang tahunan itu. Oded memberikan motivasi dan apresiasi kepada kontingen Kota Bandung yang akan bertanding di Cianjur. Menurutnya, ada dua cara untuk menjadi pemenang yakni mengoptimalkan kapasitas secara teknis dan memperkuat hubungan dengan Allah. ”Jangan lupa berdoa dan usahakan tingkatkan ibadah kepada Allah khususnya melalui salat,” katanya. Prinsipnya, Oded menekankan, kegiatan Porsadin tidak dilaksanakan sebatas seremonial. Ia mengharapkan dampak lebih besar dari mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan semacam itu, baik bagi para peserta maupun bagi masyarakat umum, yakni pembangunan karakter islami. “Saya ingin tidak hanya jadi kegiatan seremonial tapi juga menjadi jalan agar terwujudnya pembentukan mental dan karakter islami pada putra-putri kita,” ujar Oded. Pembentukan karakter yang kuat itu menjadi penting untuk membangun peradaban manusia ke arah yang lebih baik. Ia menuturkan, generasi muda yang kuat dibangun atas mental dan spiritual yang juga kokoh. ”Itulah sesungguhnya keberhasilan juara yang hakiki,” ucap Oded.***

Editor: Administrator


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X