Jumat, 5 Juni 2020

Ada Jaksa Nakal? Lapor ke 0817200557

- 2 Desember 2016, 15:30 WIB

BANDUNG, (PR).- Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Setia Untung Arimuladi menyatakan jaksa AP yang menakut-nakuti masyarakat terancam terkena sanksi.

Bahkan, Untung menyebutkan akan melaporkannya kasus ini ke Kejaksaan Agung.

"Tadi malam (Kamis 1 Desember 2016) sudah diperiksa intensif sampai pukul 23.00 WIB. Dan siang ini (Jumat 2 Desember 2016) akan dilaporkan ke Kejagung," kata Untung saat ditemui di Kantor Kejati Jabar usai salat Jumat.

Ia menjelaskan, sebagai PNS yang melakukan kegiatan yang diindikasikan akan membuat resah atau yang menimbulkan persepsi tidak baik, melanggar PP 53 th 2010. Berdasarkan PP tersebut, ada beberapa kategori pelanggaran, ada pelanggaran berat, ada juga pelanggaran ringan. "Yang bersangkutan kategorinya pelanggaran berat," katanya.

Menurut Untung, pelanggaran berat tersebut pun ada beberapa kategori, yakni diberhentikan secara tidak hormat, diberhentikan secara hormat dan juga bisa dicopot jabatan jaksanya. "Nah sanksi itu nanti akan diberikan sesuai pelanggarannya," ujarnya.

Kajati juga menyatakan bahwa prilaku jaksa menakut nakuti dengan meminta sejumlah uang, berapa pun nilainya tidak boleh. "Tidak boleh seperti itu, jaksa sebagai penegak hukum masa berbuat menakut nakuti masyarakat," ujarnya.

Menurut Untung, modus yang dilakukan AP, dengan cara memberi ancaman. "Kamu punya kesalahan, kalau tidak menyediakan sejumlah uang akan diusut. Cara seperti itu tidak boleh makanya saya berterima kasih kepada orang yang telah melaporkannya perilaku jaksa seperti itu," katanya.

Untung, mengajak kepada masyarakat untuk berperan aktif membersihkan jaksa nakal dengan cara melapor bila menemukan jaksa yang berbuat diluar aturan. Untung pun menjamin kerahasiaan pelapor. "Jadi tidak usah ragu dan takut, bila menemukan jaksa nakal langsung saja laporkan melalui hotline 0817200557," ujarnya,

Menurut Kajati, jaksa AP tidak menangani kasus, dia seharusnya berada di ruang kerja. "PNS itu ada aturan kerja, bekerja sesuai jadwal masuk pagi pukul 07.00 dan pulang pukul 16.00 sore, tidak boleh seenaknya," katanya.

Halaman:

Editor: Yedi Supriadi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X