Asisten Rumah Tangga Diduga Dianiaya Majikannya di Cileunyi

- 24 Oktober 2016, 03:27 WIB

SOREANG, (PR).- Sungguh nahas kejadian yang dialami Nurlaila (22), seorang asisten rumah tangga yang bekerja di keluarga IS (36) di Kompleks Bumi Orange, Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Ia diduga sering mendapat perlakukan kasar dari majikannya. Dugaan kekerasan yang dilakukan sang majikan, terungkap saat korban melarikan diri dari tempatnya bekerja selama ini ke kampung halamannya di Kampung Kapling Kramat, Karang Baru, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada 3 Oktober 2016. Seorang kerabat korban Ruslan (31) mendapati kondisi tubuh korban penuh dengan bekas luka. Setelah mengetahui kronologis kejadian yang menimpa Nurlaila, Ruslan memberitahukan kejadian itu ke ayah korban Didi Rusmadi (51) yang kemudian melaporkannya ke Polsek Cileunyi pada 4 Oktober 2016. Polisi mengungkapkan, kemarahan sang majikan dipicu saat korban menyatukan antara pakaian kotor dan bersih dalam satu keresek. “Akibat kejadian tersebut, terlapor mengambil palu kemudian dipukulkan ke kepala korban hingga mengakibatkan luka robek,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Yusri, Minggu 23 Oktober 2016. Dari keterangan yang disampaikan korban kepada penyidik di Mapolsek Cileunyi, lanjut Yusri, korban pun sempat disiram air panas oleh majikannya itu hingga beberapa bagian tubuhnya melepuh. Beberapa bagian badan yang melepuh itu pada bagian tangan, punggung, dan leher korban. Kapolsek Cileunyi Edi Suwandi membenarkan jika pihaknya menerima laporan terkait tindakan kekerasan yang menimpa Nurlaila itu. Setelah pihaknya menerima laporan itu, jajaran Polsek Cileunyi langsung melakukan pengembangan kasus dan memeriksa pelaku. Berdasarkan keterangan yang disampaikan korban kepada polisi, korban memang melarikan diri dari rumah majikannya karena tidak tahan dengan penganiayaan yang sering dilakukan pelaku. Bahkan menurut korban, selama korban bekerja tidak pernah mendapatkan gaji bulanan yang dijanjikan pelaku. Ditanya mengenai adanya indikasi motif lain dari kasus penganiayaan ini, Edi mengaku saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan. Melengkapi keterangan dalam kasus ini, polisi pun menyita sejumlah barang bukti seperti palu (1 buah), kerudung korban yang dipenuhi noda darah (1 buah), dan kaos korban dipenuhi noda darah (1 helai). Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 44 UU RI Nomor 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga juncto Pasal 351 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.***

Editor: Ecep Sukirman


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X