Minggu, 5 April 2020

Notaris Gadungan Tipu Penjual Tanah

- 27 September 2016, 12:53 WIB

BANDUNG, (PR).- Mengaku sebagai Notaris, Pipit Fitriani (33) sukses menipu ahli waris pemilik tanah seluas 4.110 meter persegi sekitar Rp 913 juta. Paling besar uang digelapkan adalah uang setoran pajak penjualan tanah. Demikian hal tersebut terungkap dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa 27 September 2016. Sidang dipimpin ketua majelis hakim Wasdi Permana, beragendakan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Melur Kimaharandika. Menurut JPU, kasus ini bermula dari rencana ahli waris Alm Hj R Dewi Supria yang hendak menjual tanah warisan di Jalan Rumah Sakit, Kota Bandung, seluas 4.110 meter persegi. Ahli waris lalu meminta bantuan saksi Eman untuk dicarikan pembeli tanah. Eman kemudian menemui saksi Asep Saepudin dan menawarkan tanah tersebut. Asep pun berminat dan siap membeli tanah seluas 4.110 meter persegi itu. Dengan harga Rp 1.250.000 per meter. Dengan demikian disepakati harga jual beli tanah itu senilai Rp 5.137.500.000. Melur mengatakan, selanjutnya pada 26 November 2009, saksi Asep datang ke rumah ahli waris di Jalan Bawean, Kota Bandung, untuk proses jual beli. Saat itu Asep datang bersama terdakwa Pipit yang mengaku sebagai Notaris dan biasa mengurusi jual beli tanah di Kota Bandung dan sekitarnya. Dihadapan para ahli waris dan saksi Asep, terdakwa lalu pura-pura menghitung pajak yang harus dibayar pembeli dan penjual tanah. Penghitungan menggunakan kalkulator dan ditulis dalam selembar kertas. Selanjutnya ditik di laptop dan dicetak. Terdakwa lalu meminta 1 buku tanah asli sertifikat tanah tersebut. Terdakwa kemudian menuliskan stiker bertuliskan "Pipit Fitriani Jalan Saluyu VIII C No 40 Riung Bandung". Pada bagian atas stiker itu terdapat logo burung garuda berwarna emas, seperti logo yang terdapat dalam akta notaris. Percaya dengan apa yang dilakukan terdakwa, para ahli waris kemudian menyerahkan uang pembayaran pajak penjualan tanah sebesar Rp 624.573.120 kepada terdakwa. Saking percayanya kepada terdakwa, seorang ahli waris yakni Ima meminta tolong kepada terdakwa untuk sekalian mengurus balik nama sertifikat tanah plus rumah di Jalan Bawean. Total uang yang diserahkan para ahli waris untuk biaya balik nama itu sebesar Rp 289.295.000. Jadi uang pajak dan uang palik nama seluruhnya Rp 913 juta digasak terdakwa. Belakangan, para ahli waris itu menyadari telah tertipu setelah mendapatkan penjelasan dari Kantor Dinas Pelayanan Pajak. Mereka ternyata belum pernah membayar pajak dari hasil penjualan tanah tersebut. Merasa ditipu, para ahli waris kemudian melaporkan kasus penipuan ini ke polisi hingga akhirnya terdakwa Pipit diciduk dan ditahan di kantor polisi. Dalam kasus ini, JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 378 dan 372 KUHP. Ancaman hukumannya mencapai 4 tahun penjara. Ketua majelis hakim menetapkan sidang kasus ini akan kembali digelar pada Selasa 4 Oktober 2016 pekan depan, beragendakan pemeriksaan saksi-saksi.***


Editor: Yedi Supriadi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X