Mayoritas SD dan SMP di Bandung Barat Mulai Laksanakan PTM Terbatas

- 20 September 2021, 22:10 WIB
Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMP Negeri 3 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Senin 20 September 2021.
Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMP Negeri 3 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Senin 20 September 2021. /Pikiran Rakyat/Hendro Susilo

PIKIRAN RAKYAT - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tingkat SD dan SMP mulai dilaksanakan secara serentak di Kabupaten Bandung Barat, Senin 20 September 2021. Meski begitu, PTM terbatas itu baru digelar pada 69 persen SD dan 56 persen SMP di Bandung Barat.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Bandung Barat, dari total 683 SD, PTM terbatas dilaksanakan di 472 SD, sedangkan 211 SD belum siap menggelarnya. Adapun dari 184 SMP, 102 SMP menyatakan kesiapannya, sedangkan 82 SMP belum menggelar PTM.

Kepala Dinas Pendidikan Bandung Barat Asep Dendih mengatakan, ratusan sekolah tingkat SD dan SMP yang diizinkan PTM tersebut telah melalui berbagai tahapan, mulai dari validasi izin tertulis hingga verifikasi lapangan. Sementara sisanya masih dalam proses. 

"Memang baru sebagian yang menggelar PTM, sisanya masih dalam proses pengajuan izin hingga beberapa kelengkapan. Besok atau lusa mungkin jumlahnya bertambah lagi, karena hari sedang berproses," katanya, saat meninjau PTM di SMP Negeri 3 Ngamprah. 

Baca Juga: Ramalan Zodiak 21 September 2021: Cancer, Leo, dan Virgo, Jangan Samakan Cinta dan Materi

Menurut dia, ada serangkaian tahapan yang mesti dilalui satu lembaga pendidikan agar bisa menggelar PTM. Selain mengantongi izin orang tua, sekolah harus meminta izin satgas desa dan kecamatan. 

Tak hanya itu, sekolah juga wajib menyiapkan sarana prasarana, metode pembelajaran, skema jam belajar, dan ruang isolasi untuk merawat siswa apabila ditemukan bergejala Covid-19

Kepala SMP Negeri 1 Ngamprah Mepi mengatakan, pihaknya telah memenuhi daftar periksa untuk penyelenggaraan PTM terbatas. Pihaknya pun telah memastikan izin dari orang tua siswa dan komite sekolah, serta mengantongi rekomendasi dari puskesmas dan kecamatan setempat.

Baca Juga: Tokoh Agama di Tangerang dan Makassar Jadi Sasaran Kekerasan, PKS Minta Polisi Usut Tuntas

"PTM di SMP Negeri 3 Ngamprah dilaksanakan selama enam hari, teknisnya itu dua hari untuk kelas VII, dua hari untuk kelas VIII, dua hari untuk kelas IX, itu dalam satu minggu. Dalam sehari, yang hadir itu 50 persen dari jumlah rombongan belajar yang ada, itu pun tidak sama-sama dalam satu waktu," katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X