Tersangka Kartu BPJS Kesehatan Palsu Bertambah

- 28 Juli 2016, 08:25 WIB
AS dan US, tersangka pemalsuan kartu BPJS palsu di Mapolres Cimahi Jln. Jend. Amir Mahmud Kota Cimahi, Kamis, 28 Juli 2016.*
AS dan US, tersangka pemalsuan kartu BPJS palsu di Mapolres Cimahi Jln. Jend. Amir Mahmud Kota Cimahi, Kamis, 28 Juli 2016.*

CIMAHI, (PR).- Tersangka kasus pemalsuan kartu kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang ditangani Polres Cimahi bertambah.

Tersangka baru tersebut berinisial US. Ia bertindak sebagai koordinator LPM Rumah Peduli Dhuafa (RPD) wilayah Bandung Barat.

Kapolres Cimahi, AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan penyidik, pihaknya kembali menetapkan satu lagi tersanga berinisial US yang merupakan koordinator wilayah di LPM RPD.

"Dia bersekongkol dengan tersangka lain dalam melancarkan aksinya menipu dan memalsukan kartu BPJS Kesehatan," ujarnya saat ekspos di hadapan wartawan di Mapolres Cimahi Jln. Jend. Amir Mahmud Kota Cimahi, Kamis, 28 Juli 2016.

Tersangka lainnya, berinisial AS (42), warga Jalan Terusan Kelurahan Cimahi Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi. AS mengatasnamakan LPM Rumah Peduli Dhuafa (RPD) yang bergerak di bidang pendampingan atau advokasi kesehatan dan pendidikan dalam mencetak kartu tersebut, dalam lembaga tersebut dia berstatus sebagai ketua. "Sedangkan US sebagai koordinator wilayah KBB," ucapnya.

Kartu BPJS palsu tersebut terungkap setelah ada beberapa pelapor yang mengecek langsung ke kantor BPJS Kesehatan. Namun, setelah dicek, ternyata kartu milik pelapor dinyatakan tidak valid. Banyak warga yang tertipu, menurutnya, dikarenakan tidak semua masyarakat mengetahui mekanisme kepesertaan kartu BJPS.

Kemungkinan warga tergiur karena pendaftaran kepesertaan yang dinilai murah. "Pendaftarannya Rp 100 ribu per KK tanpa iuran bulanan atau tahunan. Mereka yang membuat biasanya ingin bersiap-siap untuk kebutuhan penanganan medis," imbuhnya.

Ade memastikan kartu yang dicetak AS bukan kartu peserta BPJS Kesehatan asli. "Sejauh ini diketahui peran AS sebagai pencetak kartu, jadi kartu yang dicetak oleh tersangka sama sekali bukan kartu BPJS tapi dibuat kartu dengan logo yang seolah mirip dan dilaminasi. Hasil pendalaman, US menjadi tersangka baru. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bakal bertambah," ungkapnya.***

Editor: Ririn Nur Febriani


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X