Kartu BPJS Palsu Beredar, Aher Minta Warga Waspada

- 25 Juli 2016, 11:54 WIB
SALAH seorang korban memperlihatkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang diduga palsu saat melaporkan ke Polres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Senin 25 Juli 2016. Sebanyak 810 warga calon peserta BPJS Kesehatan dari Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, tertipu oleh pelaku berinisial AS, dengan sebelumnya membayar Rp 100.000 per orang.*
SALAH seorang korban memperlihatkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang diduga palsu saat melaporkan ke Polres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Senin 25 Juli 2016. Sebanyak 810 warga calon peserta BPJS Kesehatan dari Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, tertipu oleh pelaku berinisial AS, dengan sebelumnya membayar Rp 100.000 per orang.*

DENPASAR,(PR).- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengimbau warga Jawa Barat untuk tidak resah atas penemuan beredarnya kartu BPJS Kesehatan palsu di Kabupaten Bandung Barat. Dia juga meminta semua pihak diantaranya Kepolisian dan Dinas Kesehatan untuk menindaktegas pelakunya.

"Saya mendapat laporannya pagi ini dari Dinkes Provinsi, sungguh ini perbuatan oknum yang melampaui batas, apalagi bila jatuhnya kepada keluarga miskin ini menjadi kezaliman yang nyata. Syukur perkaranya sudah ditangani polres dan saya minta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten untuk segera berkoordinasi dan mendata masyarakat yang menjadi korban, kemudian diadvokasi, difasilitasi penerbitan ulang kartu baru yang legal," kata Heryawan di Bali yang disampaikan melalui rilis Humas Pemprov Jabar, Senin 25 Juli 2016.

Pemprov Jabar menhimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan oknum yang menjanjikan kartu BPJS biaya murah, bayar sekali dan tanpa iuran bulanan. Semua ketentuan mengenai kepemilikan kartu BPJS sudah diatur jelas. 

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Alma Lucyati mengatakan, kartu BPJS dikatakan palsu karena memang tidak terdaftar di kantor BPJS Kesehatan. Hal itu ditemukan di Kabupaten Bandung Barat.

"Kami sudah berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, bila korban termasuk keluarga KS1 atau PRA KS maka akan diupayakan untuk masuk dalam integrasi data Jamkesda ke BPJS, kebetulan bulan September ini akan ada program mutasi data," kata Alma.

Sementara itu, dalam siaran pressnya, Kepala Departemen Komunikasi Eksternal dan Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi mengatakan, bagi warga yang ragu akan keaslian kartunya bisa mengecek menggunakan aplikasi BPJSK di telefon genggam. Aplikasi yang dimaksud dapat diunduh melalui Google Play di Android.

Bagi yang menemukan masalah terhadap kartu BPJS-nya, Irfan meminta masyarakat menghubungi call centre BPJS 1500400 yang terbuka 24 jam. Kartu BPJS Kesehatan palsu tidak akan teridentifikasi dalam master file BPJS kesehatan karena nama peserta dan nomor kartu akan berbeda sehingga tidak bisa digunakan.

Sebelumnya, 230 warga Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, ditemukan memiliki kartu BPJS palsu. Padahal, warga membuat kartu BPJS Kesehatan tersebut dengan cara dikolektifkan melalui aparatur desa. Lebih jauh ditelusuri ternyata aparatur desa malah menyerahkan pembuatan kartu tersebut ke pihak lain, tidak langsung ke BPJS terdekat.***

Editor: Novianti Nurulliah


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X