Hadir juga di Bandung, AQUA-Octopus Beri Solusi Daur Ulang Sampah Plastik

- 16 September 2021, 09:25 WIB
Untuk mendukung pelaksanaan ekonomi sirkular AQUA kini melebarkan kerja samanya dengan aplikasi Octopus hingga ke wilayah Bandung, Jawa Barat. Octopus sendiri merupakan aplikasi yang memungkinkan penggunanya menyetorkan sampah untuk didaur ulang. Sampah daur ulang tersebut selanjutnya akan disetor oleh pemulung (pelestari) untuk dijual ke Bank Sampah sehingga dapat didaur ulang.
Untuk mendukung pelaksanaan ekonomi sirkular AQUA kini melebarkan kerja samanya dengan aplikasi Octopus hingga ke wilayah Bandung, Jawa Barat. Octopus sendiri merupakan aplikasi yang memungkinkan penggunanya menyetorkan sampah untuk didaur ulang. Sampah daur ulang tersebut selanjutnya akan disetor oleh pemulung (pelestari) untuk dijual ke Bank Sampah sehingga dapat didaur ulang. /Dok. AQUA

PIKIRAN RAKYAT - Tahukah Anda? Indonesia disebut sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Padahal konsumsi plastik Indonesia hanya mencapai 5,32 juta ton/tahun. Jumlah yang relatif kecil jika dibanding konsumsi Jepang yang mencapai 13,72 juta ton/tahun.

Plastik adalah material penting dalam kehidupan manusia. Plastik menjaga kualitas dan keamanan suatu produk sejak dikemas hingga siap dikonsumsi oleh konsumen.
Namun, plastik dapat mencemari lingkungan jika tidak terkelola dengan baik. Terbatasnya infrastruktur dan rendahnya kesadaran masyarakat menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang sampah laut terbesar di dunia.

Pemerintah Indonesia sendiri kini telah menetapkan target strategis untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang masuk ke lautan sebesar 70% di tahun 2025. Salah satu cara mencapai target adalah membangun pendekatan ekonomi sirkular yang mampu mengurangi jumlah sampah plastik dengan menggunakan kembali maupun mendaur ulang plastik pasca konsumsi menjadi bahan baku untuk dibuat produk baru.

Ekonomi sirkular tidak hanya dapat menjadi solusi bagi permasalahan sampah di Indonesia namun juga memberikan mata pencaharian bagi mereka yang menjadi bagian dari rantai nilai daur ulang dan saat ini mencapai lebih dari 5 juta orang di Indonesia.

AQUA sebagai salah satu produsen air mineral terbesar di Indonesia melakukan berbagai inovasi dalam aksi nyata untuk memberikan solusi bagi Indonesia. AQUA sejak 1993 telah menjadi pioneer dalam mengumpulkan kembali dan mendaur ulang sampah botol plastik paska konsumsi dengan mengembangkan Program AQUA Peduli.

Baca Juga: Akhirnya Anang Hermansyah Singgung Soal Kedekatan Aurel dan Krisdayanti, Didesak Ashanty?

Pada 1993, AQUA juga mempelopori program daur ulang AQUA Peduli untuk memastikan botol plastik bekas terkelola dengan baik. Dan pada 2013 perusahaan AMDK pertama yang menggunakan material plastik daur ulang pada kemasannya.

Saat ini, 70% produk AQUA menggunakan kemasan galon yang dapat digunakan kembali, seluruh botol plastik AQUA telah mengandung material daur ulang hingga 25%. AQUA setiap tahunnya berhasil mengumpulkan 13.000 ton sampah plastik. Di Bali, AQUA berhasil mengumpulkan dan mendaur ulang lebih banyak botol plastik bekas dari jumlah yang diproduksi. AQUA, Sejak 2010 telah memiliki jaringan 6 recycling business unit (RBU)/unit bisnis daur ulang yang tersebar di beberapa kota. Di RBU sampah botol plastik dipilah, dicacah dan dicuci hingga bersih untuk dijadikan bahan campuran botol plastik baru.

AQUA juga turut serta mendukung ambisi Indonesia untuk mengurangi sampah ke lautan hingga 70% melalui gerakan #BijakBerplastik.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X