Minggu, 8 Desember 2019

Desain Zaha Hadid Dibanderol Rp 20 milyar, Gubernur Pilih Arsitek Lokal

- 5 April 2016, 05:57 WIB
HEYDAR Aliyev Centre, sebuah tempat konferensi, museum dan galeri karya arsitek Zaha Hadid.*

BANDUNG,(PR).-Arsitek lokal akan menjadi pilihan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendesain Gedung Kesenian Jawa Barat, di Jalan Cikutra, Kota Bandung menyusul wafatnya arsitek dunia Zaha Hadid yang sebelumnya dipercaya untuk mendesain gedung kesenian bertaraf internasional tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menuturkan, pihaknya kemungkinan akan menggunakan jasa arsitek dalam negeri saja. Disadari Heryawan, membayar tenaga arsitek luar akan menguras biaya yang cukup besar.

"Saya takut dengan konsep Zaha itu cukup mahal. Karena itu siapa yang bayar disainnya. Kalau dibebankan pada pengembang, atau pengelola, di persoalannya harus kita hitung dulu, ada enggak yang berani bayar disain. Oleh karena itu yang paling aman desain lokal dan dibayar APBD,"ucap dia, di Gedung Sate, Selasa 5 April 2016.

Diakui Heryawan, untuk membayar jasa Zaha Hadid, pemerintah saat itu harus menyediakan Rp 20 miliar hanya untuk desain saja. Oleh karenanya pemprov akan menyerahkan proyek tersebut di tangan arsitek lokal melalui mekanisme tender desain. "Saya kira kita hormati desainer-desainer hebat kita. Profesional saja, kan bisa join semisal dengan arsitek  ITB, kolaborasi dengan UGM atau kampus lain, kan ITB juga sudah internasional mereka wolrd class. Saatnya kita hargai karya anak bangsa sendiri,"ucap dia.***



Editor: Novianti Nurulliah

Tags

Komentar

Terkini

X